Pedagang Nasi Uduk Tetap Bertahan Meski Terhimpit

  • 29 Okt 2025 08:42 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Lonjakan harga bahan pokok seperti ayam dan telur mulai menekan para pedagang kecil di Kota Palembang secara perlahan. Salah satunya dirasakan Ibu Santi, penjual nasi uduk di Jalan Kamboja yang tetap bertahan berjualan setiap hari.

Berjualan di depan toko waralaba, Santi tetap memasak meski keuntungan terus menipis akibat biaya produksi meningkat. Ia menyebut, hasil jualan hariannya kini hanya cukup untuk menutupi modal pembelian bahan baku.

“Biasanya jam sembilan pagi sudah habis, sekarang masih sisa dan keuntungannya makin kecil,” ujar Santi, Rabu (29/10/2025). Ia tetap membuka lapak sejak dini hari agar tidak kehilangan pelanggan yang sudah terbiasa membeli sarapan darinya.

Setiap lima hari, ia membeli lima kilogram beras merek Patin seharga Rp75.000 untuk kebutuhan memasak nasi uduk. Namun, harga telur yang kini mencapai Rp30 ribu dan ayam Rp40 ribu per kilogram membuat biaya semakin membengkak.

“Kalau semua naik, ya saya bingung, masa iya harus naikin harga, kasihan pelanggan saya,” ungkapnya. Ia memilih untuk tidak menaikkan harga secara drastis agar pelanggan tetap bisa menikmati makanan yang dijualnya.

Santi pun mengakui dirinya mulai mengurangi porsi lauk atau menyesuaikan bahan pelengkap agar tidak rugi. Walau begitu, ia tetap memastikan pembeli mendapatkan rasa dan kualitas yang layak untuk harga yang dibayarkan.

Tiap hari, ia memasak sekitar satu setengah kilogram nasi uduk dan menyediakan lauk seperti telur, ayam, dan bihun. Meskipun penghasilan minim, ia tetap bersyukur masih bisa berjualan dan mendapatkan penghasilan rutin.

“Yang penting bisa tetap jualan dan ada rezeki setiap hari, walau untungnya kecil,” ujarnya dengan senyum tipis. Ia berharap harga bahan pokok kembali normal agar pedagang kecil bisa kembali mendapat keuntungan yang wajar.

Kondisi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang dirasakan pelaku usaha mikro di tengah ketidakstabilan harga pangan. Pemerintah daerah diminta mempercepat langkah stabilisasi harga agar pedagang kecil tidak semakin terjepit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....