Suara Caleg di Banyuasin Berkurang, KPU Bantah Adanya Unsur Kesengajaan
- 21 Feb 2024 17:06 WIB
- Palembang
KBRN, Banyuasin : Beberapa calon anggota legislatif (caleg) di Kabupaten Banyuasin mengeluhkan adanya pengurangan suara yang diduga dilakukan secara sistematis dari hasil real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pemilu 2024. Mereka menuntut KPU untuk segera memperbaiki data yang salah dan mengusut apabila memang adanya dugaan kecurangan.
Salah satu caleg yang merasa dirugikan adalah M. Riza Pahlefi, caleg DPR Provinsi Sumsel dari Dapil 10. Ia mengatakan bahwa suaranya terus berkurang dari hari pertama penghitungan hingga saat ini.

"Hari pertama suara saya 1.118 sampai saat ini berkurang jadi 420," kata Riza, Selasa (20/2/2024).
Riza menambahkan bahwa pengurangan suara tidak hanya dialaminya, tetapi juga oleh Edi Pankusni, caleg DPR RI dari dapil 1 Kabupaten Banyuasin. Hal ini diungkapnya sangat meresahkan dan merugikan, baik sebagai caleg dan juga secara kepartaian.
"Kami akan mengusut masalah ini dan akan mencocokan kembali dengan data real yang ada," tegasnya.
Riza berharap pihak terkait dapat menjalankan tugasnya lebih teliti dalam pemilu 2024 ini. Ia menganggap bahwa hal ini akan berdampak buruk terhadap demokrasi di Indonesia.

"Kami minta permasalahan ini dapat segera dibenahi oleh pihak yang berwenang, KPU dan lainnya," ujarnya.
Sementara itu, KPU Banyuasin melalui Kasubag Teknis & Humas KPU Banyuasin, Agus, membantah adanya tindakan yang sengaja melakukan pengurangan suara caleg di website resmi KPU. Ia mengklaim bahwa pihak KPU telah bekerja sesuai SOP yang berlaku.
Agus mengakui bahwa memang masih ada kekurangan pada aplikasi sirekap yang digunakan untuk menginput data dari KPPS. Ia menjelaskan bahwa jika masih ada data yang salah terbaca di aplikasi tersebut, sehingga tim sirekap KPU Banyuasin bertugas untuk mengkoreksi dan memperbaiki data yang masuk.
"Kami terus melakukan pemantauan dan pengecekan data secara berkala. Kami berkomitmen untuk menyajikan data yang akurat dan transparan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ucap Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....