Jalan Tol Kapal betung Diduga Timbun Aliran Sungai

  • 13 Jan 2024 06:58 WIB
  •  Palembang

KBRN, Banyuasin : Sejumlah rumah warga di Kelurahan Pangkalan Balai dan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, masih terendam banjir saat hujan turun. Banjir ini disebabkan oleh penyempitan arus sungai akibat pembangunan proyek Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapalbetung) di kawasan Bom Berlian, Banyuasin.

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Aliran sungai yang ditimbun

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banyuasin Apriansyah, melalui Jabatan Fungsional Ahli Muda Konstruksi PUPR Banyuasin Heri Kurniawan mengungkapkan banjir di Bom Berlian terjadi karena adanya pendangkalan sungai yang berada di seberang pembangunan Jalan Tol Kapalbetung. Dari pantauan di lapangan, penimbunan di beberapa titik aliran sungai oleh proyek Jalan Tol Kapalbetung menyebabkan debit air meningkat karena adanya penyumbatan, sehingga air tidak mengalir dengan lancar. Hal ini berdampak pada genangan air yang merendam rumah-rumah warga di sekitar sungai.

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banyuasin Apriansyah memantau aliran sungai yang di duga ditimbun.

"Kondisi ini merupakan dampak dari pembangunan proyek jalan tol, dan kami tengah mencari solusi untuk menanggulangi permasalahan ini," ujar Heri, Jumat (12/1/2024).

Sementara itu, salah satu warga Bom Berlian yang terdampak adalah Zuraida. Ia mengungkapkan, sebelum adanya jalan tol, kondisi banjir biasanya akan cepat surut atau mengering walaupun saat hujan turun. Namun, sejak adanya proyek pembangunan Jalan Tol Kapalbetung dan penimbunan aliran sungai, banjir menjadi lambat mengering.

"Biasanya sebelum adanya pembangunan jalan tol, kalau hujan turun di daerah sini airnya langsung mengering. Namun semenjak ada pembangunan jalan tol dan aliran sungai ditutup, air jadi lambat mengalir. Rumah kami pun menjadi banjir akibat tergenang air hujan yang tidak bisa keluar melalui aliran sungai," ungkap Zuraida.

Warga, Zuraida yang kediaamannya banjir akibat aliran sungai tertimbun dampak dari pembangunan jalan tol.

Zuraida berharap agar pemerintah daerah segera melakukan pengerukan di seberang Jalan Tol Kapalbetung untuk mengatasi permasalahan banjir ini. Ia juga mengharapkan agar pihak proyek Jalan Tol Kapalbetung lebih memperhatikan dampak lingkungan dari pembangunan mereka dan tidak hanya memikirkan keuntungan saja tapi juga peduli dengan nasib masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....