Tugu Pangeran Jimat, Tokoh Perlawanan Masa Penjajahan dari Semendawai
- 02 Okt 2026 12:23 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pangeran Jimat merupakan tokoh sejarah yang memiliki pengaruh kuat di wilayah Minanga selama periode Kesultanan Palembang dan pemerintahan kolonial Belanda.
- Penelitian sejarah berdasarkan wawancara dan penelusuran arsip mengkonfirmasi posisi penting Pangeran Jimat dalam perkembangan masyarakat Marga Semendawai.
- Tokoh ini dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh signifikan di tengah masyarakat pada masa kolonial Belanda.
RRI.CO.ID, Palembang – Dalam perkembangan berikutnya, Minanga juga memiliki hubungan dengan berbagai periode sejarah, termasuk masa Kesultanan Palembang dan pemerintahan kolonial Belanda. Salah satu tokoh yang diteliti adalah Pangeran Jimat, yang berdasarkan hasil wawancara dan penelusuran arsip dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh di masyarakat Minanga.
Pangeran Jimat menjadi salah satu tokoh yang disebut dalam penelusuran sejarah Marga Semendawai, khususnya terkait perkembangan masyarakat di wilayah Minanga. Pangeran Jimat dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Hal ini diungkap oleh akademisi, penulis sekaligus peneliti sejarah budaya, Hudaidah, dalam seminar bertajuk “Menelusuri Jejak Marga di Sumatera Selatan Jilid 3”, Selasa, 22 September 2026, di Museum Negeri Sumatera Selatan. Data berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh adat dan penelusuran arsip, Pangeran Jimat dikenal sebagai tokoh yang memiliki kehidupan religius dan sangat dihormati masyarakat.
Ia mengatakan, Pangeran Jimat juga menunjukkan sikap penentangan terhadap pemerintahan Belanda yang berlangsung pada masa tersebut. Perlawanan tersebut menjadi bagian dari sejarah masyarakat Semendawai yang menghadapi perubahan politik dan pemerintahan pada masa kolonial.
“Keberadaan Pangeran Jimat juga tercatat dalam sejumlah arsip Belanda yang ditemukan dalam proses penelitian sejarah Marga Semendawai,” jelasnya,
Penelusuran tersebut menghasilkan sekitar 20 arsip Belanda yang menjadi salah satu sumber untuk melihat posisi Pangeran Jimat dalam sejarah masyarakat setempat. Hudaidah menyebut keberanian Pangeran Jimat dalam menghadapi Belanda kemudian membuat wilayah Minanga mendapat perhatian dan pengawasan dari pemerintah kolonial.
Jejak Pangeran Jimat hingga kini masih dapat ditemukan di wilayah Minanga, salah satunya melalui keberadaan tugu yang berkaitan dengan tokoh tersebut. Informasi mengenai Pangeran Jimat juga diperoleh melalui wawancara dengan pembina adat Minanga yang dilakukan Hudaidah bersama tim peneliti beberapa tahun lalu.
“Kesaksian masyarakat menjadi penting dalam melengkapi informasi dari arsip tertulis, terutama untuk memahami ingatan kolektif mengenai tokoh dan peristiwa masa lalu.” ungkapnya.
Kisah Pangeran Jimat memperlihatkan bahwa sejarah Marga Semendawai tidak hanya berkaitan dengan asal-usul wilayah dan silsilah, tetapi juga perjalanan masyarakat menghadapi perubahan kekuasaan.
Penelusuran terhadap tokoh seperti Pangeran Jimat diharapkan dapat memperkaya dokumentasi sejarah lokal dan membantu generasi muda mengenal perjalanan masyarakat Semendawai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....