Makam Ratu Bagus Kuning, Jejak Sejarah Penyebaran Islam di Palembang
- 30 Sep 2026 09:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Makam Ratu Bagus Kuning terletak di kawasan Plaju, Palembang, dan merupakan salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan Islam di kota tersebut.
- Situs ini dipercaya berhubungan dengan tokoh Ratu Bagus Kuning yang dikenal melalui cerita sejarah dan tradisi lokal masyarakat Palembang.
- Hingga saat ini, makam masih aktif dikunjungi masyarakat sebagai tempat ziarah untuk mengenang sejarah dan menghormati tokoh berpengaruh di masa lalu.
RRI.CO.ID, Palembang - Kota Palembang tidak hanya dikenal dengan kekayaan kuliner dan budaya, tetapi juga menyimpan sejumlah situs bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Islam. Salah satunya adalah Makam Ratu Bagus Kuning yang berada di kawasan Plaju, Palembang.
Situs ini dipercaya berkaitan dengan sosok Ratu Bagus Kuning yang dikenal dalam cerita sejarah dan tradisi masyarakat setempat. Keberadaan makam tersebut menjadi bagian dari jejak perkembangan Islam di Palembang. Hingga kini, kawasan makam masih menjadi tempat yang dikunjungi masyarakat untuk mengenang sejarah dan tokoh masa lalu.
Makam Ratu Bagus Kuning menjadi salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Palembang. Situs ini menyimpan kisah tentang sosok yang dikenal dalam perjalanan penyebaran agama Islam di wilayah tersebut. Nama Ratu Bagus Kuning telah lama hidup dalam ingatan dan cerita yang berkembang di tengah masyarakat.
Keberadaan makam menjadi pengingat bahwa perkembangan Islam di Palembang memiliki perjalanan yang panjang. Nilai sejarah tersebut membuat kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata sejarah dan religi.
Pemerhati sejarah dan budaya Sumatera Selatan Mang Dayat (46) tahun, saat di hubungi RRI Selasa, 29 September 2026 mengungkapkan bahwa banyak peziarah yang datang ke makam Ratu Bagus Kuning baik dari dalam kota, luar kota Palembang bahkan dari luar negeri untuk berziarah
“Berdasarkan informasi dari juru kunci yang ada di makan Ratu Bagus Kuning banyak peziarah yang datang berasal dari dalam dan luar kota Palembang bahkan dari luar negeri untuk berziarah, ada juga yang memiliki hajat tertentu, namun juru kunci mengingatkan untuk meluruskan niat saat berziarah,”ungkap Mang Dayat.
Makam Ratu Bagus Kuning jangan dijadikan tempat untuk meminta sesuatu, peziarah harus meluruskan niat karena apa yang ditanam itu yang akan dituai, sebab itulah makam Ratu Bagus Kuning dinilai sebagai makam keramat oleh masyarakat sekitar.
Menurut penjelasan Mang Dayat, Ratu Bagus Kuning merupakan tokoh Penyebar agama islam pada abad ke 16, nama aslinya adalah Putri Mulia Syarifah Mahani binti Syech Dik Syech Zainal Abidin Alhabib Yama dari putra Syaidina Husein RA binti Syaidina Ali RA dari garis keturunan Siti Fatimah Az-Zahra Binti Nabi Muhammad SAW.
“Dikisahkan bahwa Ratu Bagus Kuning tetap terjaga kesuciannya tidak menikah sampai meninggal dunia, beliau di beri gelar Ratu Bagus Kuning di karenakan memiliki kulit yang kuning langsat dan memiliki karomah dapat menyembuhkan berbagai penyakit,”ujar Mang Dayat Mengisahkan.
Sebelum perjalanan Ratu Bagus Kuning ke Palembang beliau memasuki wilayah tepian batang hari, disini beliau dihadang pendekar Sebat yang berilmu tinggi namun dengan sabar dan memantapkan hati menyebarkan agama Allah dan juga bahwa cukuplah kepada Allah SWT tempat berlindung dan baginya lah tempat meminta pertolongan dan akhir Ratu Bagus Kuning dapat menaklukkan para pendekar di wilayah Batang Hari.
Setelah mampu menguasai wilayah Batang Hari Ratu Bagus beserta pengikutnya Memasuki wilayah tengah Kota Palembang yang saat ini dinamakan plaju, ditempat inilah mereka menempati dataran rendah yang ditumbuhi pohon pohon besar dan rindang sehingga mereka beristirahat dengan nyaman.
"Setelah bermalam Ratu Bagus Kuning menyadari bahwa wilayah tersebut merupakan kawasan wilayah kekuasaan Raja Kera, para siluman kera merasa keberatan dengan keberadaan Ratu Bagus Kuning dan menggangunya, pada akhirnya Ratu Bagus Kuning melakukan perjanjian pertarungan," lanjut Mang Dayat.
Isi perjanjian itu seandainya Ratu Bagus Kuning kalah dalam pertarungan ini maka Ratu Bagus Kuning akan mengabdi pada raja kera begitupun sebaliknya bila raja siluman kera kalah maka raja siluman kera akan mengabdi pada Ratu Bagus Kuning setelah disepakati kedua belah pihak maka terjadilah pertarungan yang sangat sengit terjadi Berjam jam lamanya.
Meski raja siluman kera memiliki ilmu dan kesaktian yang tinggi namun dia kalah, melawan Ratu Bagus Kuning sehingga raja siluman kera beserta pengikutnya, bersujud pada Ratu Bagus Kuning harus mengabdi kepada Ratu Bagus Kuning, namun Ratu Bagus Kuning berkata janganlah engkau bersujud kepadaku karena hanya Allah saja yang patut di sembah dan di sujud.
Setelah pertarungan itu Ratu Bagus Kuning dan pengikutnya membangun keraton dikawasan tersebut dan menetap hingga akhirnya Ratu Bagus Kuning wafat. Karena pengabdian raja kera inilah maka kawasan makam Ratu Bagus Kuning dijaga oleh kawanan kera hingga saat ini
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....