Mengenal Makna Idiom Mambu Centong Irus dan Tetak’an Usus dalam Budaya Palembang

  • 19 Sep 2026 12:49 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Setiap daerah di Nusantara memiliki ungkapan makna idiom yang unik dalam budaya daerahnya, termasuk tanah Melayu Palembang.
  • Idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak dapat diterjemahkan dari kata per kata secara harfiah, seperti contoh idiom 'mambu centong Irus' dari budaya Palembang.
  • Mang Dayat (46 tahun), seorang pemerhati budaya Sumatera Selatan, menjelaskan pentingnya memahami makna idiom dalam konteks budaya lokal daerah masing-masing.

RRI.CO.ID, Palembang - Setiap daerah di Nusantara memiliki ungkapan makna idiom dalam budaya daerah masing masing, begitu pula hal nya dengan tanah Melayu Palembang juga memiliki makna idiom dalam budaya nya.

Salah satu contoh makna idiom yang ada dalam budaya masyarakat Palembang adalah makna idiom mambu centong Irus, idiom adalah ungkapan yang maknanya itu tidak dapat diterjemahkan dari kata perkata secara harfiah. Hal ini di ungkapkan oleh Mang Dayat (46), Pemerhati Budaya Sumatera Selatan dalam keterangannya saat di hubungi oleh RRI Rabu,16 September 2026.

“Idiom merupakan ungkapan yang makna nya tidak dapat diterjemahkan kata perkata secara harfiah, di Palembang sendiri banyak sekali makna idiom seperti ini yang dulu nya sering di pakai sekarang mulai jarang terdengar, misalkan nyeyes igo artinya terlalu cerewet, ada juga tekak bantah artinya keras kepala, sekewet yang artinya curang,” ungkap Mang Dayat.

Salah satu idiom yang mulai jarang terdengar adalah mambu centong irus, ungkapan ini di pakai untuk menyatakan masih punya hubungan keluarga atau kekerabatan walaupun bukan keluarga inti atau hubungan keluarga yang dekat.

“Idiom lain yang sekarang mulai jarang terdengar yaitu mambu centong irus ungkapan yang memiliki makna menyatakan masih memiliki hubungan keluarga atau kekerabatan. Meski bukan keluarga inti atau keluarga dekat,” ujarnya.

Lebih jauh Mang Dayat menjelaskan ada idiom atau ungkapan lainnya yaitu tetak’an usus, kalau di pikir sebenarnya apa hubungan keluarga dengan idiom mambu centong irus dan keluarga dengan idiom tetak’an usus.

Kita coba memahami dari budaya dan simbol yang ada di dalamnya, dalam budaya Palembang kuliner merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sampai sekarang pun Palembang di kenal sebagai salah satu kota yang terkenal dengan tradisi kuliner yang kuat.

“Kalau kita berbicara soal makan tidak terlepas dari urusan dapur dan kegiatan makan bersama, makan bersama bukan hanya kegiatan menghabiskan makanan namun didalam nya ada kehangatan, kebersamaan dan hubungan dan hubungan antar keluarga, dalam kegiatan ini centong irus ialah peralatan yang penting untuk mengambil dan menyajikan makanan,” katanya.

Walau makanan telah habis namun aromanya masih tertinggal, jadi ketika kita di katakan mambu centong irus secara simbolis bisa menggambarkan bahwa walaupun hubungan keluarga itu tidak lagi berada dalam lingkaran yang dekat jejak hubungan kebersamaan itu tetaplah ada, itulah gambaran makna idiom mambu centong irus.

Lalu bagaimana dengan makna idiom tetak’an usus dalam budaya Palembang, kalau mambu centong irus memiliki hubungan keluarga yang masih tertinggal, tetak’an usus justru terdengar dan terasa lebih dekat juga lebih dalam.

Usus merupakan bagian dalam tubuh yang tidak terlihat dari luar namun menyatu dan menjadi bagian penting dari kehidupan kita, karena itulah simbol tetak’an usus dapat menggambarkan hubungan keluarga yang sangat dekat, hubungan yang sudah menyatu dan menjadi bagian dari kehidupan kita, walaupun tidak terlihat dari luar.

Menariknya dua idiom ini sama sama menggambarkan hubungan kekerabatan tapi dengan tingkat dan kedekatan yang berbeda, mambu centong irus seperti meninggalkan jejak kehangatan dan hubungan yang pernah ada, sementara tetak’an usus menggambarkan hubungan yang sudah sangat dekat dan menyatu.

Hal yang sangat penting upaya memahami makna idiom berdasarkan konteks budaya dan simbol yang ada berdasarkan penjelasan cerita dari keluarga dan juga orang tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....