BPK Sumsel Dorong Wayang Palembang Jadi Muatan Lokal Sekolah

  • 29 Jul 2026 22:23 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Selatan mendorong Wayang Palembang menjadi salah satu muatan lokal di sekolah sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya kepada generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting agar warisan budaya daerah dapat dikenalkan dan dipelajari sejak usia dini.

Dorongan itu disampaikan Perwakilan BPK Sumatera Selatan, Wanda Lesmana, saat menghadiri pementasan Wayang Palembang yang digelar Komunitas Rumah Sriksetra di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, Minggu, 26 Juli 2026. Pementasan tersebut menjadi bagian dari program Menyelamatkan Wayang Palembang di Sungai Musi yang didukung Dana Indonesia Raya dari Kementerian Kebudayaan.

Wanda mengapresiasi konsistensi Rumah Sriksetra dalam mengangkat kembali Wayang Palembang melalui berbagai kegiatan. Menurutnya, upaya tersebut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya khas Sumatera Selatan.

Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui pertunjukan seni. Pendidikan menjadi jalur strategis agar generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerahnya.

"Harapannya Wayang Palembang dapat menjadi salah satu alternatif muatan lokal di sekolah-sekolah, sehingga anak-anak sejak dini mengenal dan mempelajari warisan budaya daerahnya," ujarnya.

Menurut Wanda, penerapan Wayang Palembang sebagai muatan lokal dapat diawali melalui program percontohan di sejumlah sekolah. Program tersebut diharapkan mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan maupun Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Ia menjelaskan Sumatera Selatan memiliki kekayaan budaya yang lahir dari perjalanan sejarah panjang, mulai dari masa Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam, hingga masa kemerdekaan. Warisan tersebut mencakup manuskrip, adat istiadat, ritual, pengetahuan tradisional, olahraga tradisional, hingga teknologi tradisional yang perlu terus dilestarikan.

Pada kesempatan itu, Wanda juga mengajak pelaku seni, sanggar, komunitas, dan generasi muda memanfaatkan Dana Abadi Kebudayaan melalui program Dana Indonesia Raya dari Kementerian Kebudayaan. Program tersebut dinilai dapat memperkuat berbagai kegiatan pelestarian budaya di Sumatera Selatan.

"Masih banyak pelaku seni atau komunitas yang belum bisa memanfaatkan bantuan dana yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung karya dan pelestarian budaya di Sumsel. Diharapkan dengan pemanfaatan program ini, ada dokumentasi dan pementasan seni budaya lokal yang menjadi tambahan ilmu dan wawasan semua orang," tuturnya.

Wanda menambahkan semakin banyak komunitas yang memanfaatkan program tersebut, semakin besar peluang budaya lokal untuk terus didokumentasikan, dipentaskan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia pendidikan menjadi kunci menjaga keberlanjutan warisan budaya Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....