Sentuhan Kekinian Wayang Palembang Dikemas untuk Menarik Minat Generasi Z

  • 27 Jul 2026 08:54 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Upaya melestarikan Wayang Palembang terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Komunitas Rumah Sriksetra bersama Sanggar Sri Wayang Palembang menggelar seni pertunjukan bertajuk "Menyelamatkan Wayang Palembang di Sungai Musi" Minggu, 26 Juli 2026.

Ketua Komunitas Rumah Sriksetra, Nopri Ismi, mengatakan pertunjukan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang akan bermuara pada produksi film dokumenter mengenai Wayang Palembang. Kegiatan ini sebagai bagian dari program yang didukung Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesia Raya dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain pementasan, program juga menghadirkan lomba poster dan lomba melukis sebagai upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurut Nopri, banyak peserta dan orang tua yang baru mengetahui bahwa Palembang memiliki tradisi wayang.

”Karena itu, kolaborasi dengan Sanggar Sri Wayang Palembang diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pengenalan sekaligus menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap wayang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Wayang Palembang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai moral dan pesan kehidupan yang disampaikan melalui lakon maupun karakter yang dimainkan dalang.

Ke depan, Rumah Sriksetra berharap lahir generasi baru dalang, pemusik, serta pelaku seni yang mampu meneruskan tradisi Wayang Palembang. Nopri mengapresiasi regenerasi yang telah dilakukan Sanggar Sri Wayang, yang kini mulai melibatkan anak-anak muda sebagai dalang maupun pengrawit.

Kepala Taman Budaya Sriwijaya, Lidya Katrin Kalalo, menilai dukungan Dana Indonesia Raya memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kebudayaan di Sumatera Selatan. Menurutnya, tantangan utama Wayang Palembang saat ini bukan keberadaannya, melainkan promosi agar lebih dikenal masyarakat.

”Saya mengapresiasi upaya membangun ekosistem budaya melalui kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan. Penguatan komunitas dan regenerasi menjadi fondasi penting sebelum memperluas jangkauan pelestarian budaya,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Agung Saputro, menilai pertunjukan Wayang Palembang kali ini menghadirkan konsep baru yang lebih menarik bagi Generasi Z. Meski dikemas lebih modern melalui berbagai kegiatan kreatif, identitas dan nilai khas Wayang Palembang tetap dipertahankan.

“Kemasannya lenih menarik, karena ada selipan unsur komedi dan nuansa permainan wayang yang sudah terlihat lebih menarik. Sepertinya gen Z akan lebih tertarik dengan kemasan sedikit kekinian, tanpa harus merubah nilai khas dan pakem Wayang Palembang,” jelasnya.

Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan, Wanda Lesmana, berharap program pelestarian Wayang Palembang tidak berhenti pada seni pertunjukan semata. Ia mendorong agar Wayang Palembang dapat diperkenalkan di lingkungan sekolah sebagai salah satu alternatif muatan lokal sehingga generasi muda semakin mengenal warisan budaya daerahnya.

“Para pelaku seni, komunitas, dan generasi muda di Sumatera Selatan dapat memanfaatkan Dana Abadi Kebudayaan melalui program Indonesia Raya. Hal ini untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan pelestarian budaya yang berdampak bagi masyarakat,” ajak nya disela acara.

Pementasan Wayang Palembang kali ini mengangkat judul Bambang Tuseno dengan dua dalang tampil beegantian, Kms.Wirawan dan Noverananda. Terlihat hingga akhir pementasan masih di penuhi penonton, yang mayoritas generasi muda dari beberapa sekolah dan kampus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....