Pemkot Palembang Gelar Parade Kebaya dan Zikir Akbar Bersamaan

  • 14 Jul 2026 17:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Palembang menyiapkan Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT pada 19 Juli 2026 di Jembatan Ampera dan Bundaran Air Mancur secara bersamaan.
  • Parade Kebaya menandai perayaan Hari Kebaya Nasional 2026 dengan peserta mengenakan kebaya dan kain songket untuk memecahkan Rekor MURI Dunia di sepanjang Jembatan Ampera.
  • Zikir Akbar akan berlangsung pukul 06.00-08.00 WIB di Bundaran Air Mancur dengan rangkaian khataman Al-Qur'an, zikir, selawat, dan tausiah yang melibatkan ulama dan tokoh masyarakat Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang menyiapkan dua agenda besar di Jembatan Ampera dan Bundaran Air Mancur pada Minggu, 19 Juli 2026. Kedua kegiatan berlangsung bersamaan dengan mengusung tema budaya dan keagamaan.

Agenda tersebut meliputi Parade Kebaya Pecah Rekor MURI serta Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT. Pemerintah memastikan kedua kegiatan berjalan tertib melalui pengaturan jadwal yang terintegrasi.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Kebudayaan Palembang, Selasa, 14 Juli 2026. Rapat tersebut dipimpin Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, bersama tokoh masyarakat dan ulama.

Sulaiman Amin mengatakan penyesuaian waktu menjadi perhatian utama dalam persiapan kegiatan. "Dalam rapat ini kita mengatur waktu agar kegiatan berjalan saling mendukung dan saling bertoleransi," ujarnya.

Bundaran Air Mancur di depan Masjid Agung menjadi lokasi pelaksanaan Zikir Akbar. Sementara, kegiatan Parade Kebaya digelar di sepanjang Jembatan Ampera sebagai pusat kegiatan budaya.

Sementara itu, Ketua Perempuan Indonesia Maju Sumatera Selatan, Nyayu Helen Ganefo, menjelaskan, parade memperingati Hari Kebaya Nasional 2026. Para peserta akan mengenakan kebaya dan kain songket untuk memecahkan Rekor MURI Dunia.

"Parade berkebaya dan berkain songket di sepanjang Jembatan Ampera untuk memecahkan Rekor MURI Dunia. Ini bukti semangat kita dalam membudayakan kebaya dan kain songket di Sumatera Selatan," pungkasnya.

Ia juga menilai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen melestarikan kebaya dan songket Sumatera Selatan. Ia berharap masyarakat ikut mendukung pelestarian warisan budaya daerah.

Disisi lain, kegiatan Zikir Akbar akan berlangsung pukul 06.00 hingga 08.00 WIB di Bundaran Air Mancur. Rangkaian acara meliputi khataman Al-Qur'an, zikir, selawat, dan tausiah bersama ulama serta tokoh masyarakat.

Salah satu ulama Palembang, Habib Ghasim Alkaf mengajak masyarakat berdoa demi menjaga moral generasi muda Palembang. Ia juga mendorong pemerintah untuk menyusun peraturan daerah terkait isu LGBT untuk melindungi generasi muda Kota Palembang.

"Kita berdoa supaya negeri kita diselamatkan Allah dari LGBT. Kami juga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan perda," jelas Habib Ghasim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....