Ribuan Warga Padati BKB Saksikan Karnaval Wastra Palembang

  • 28 Jun 2026 21:44 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Palembang Fashion Carnival menjadi ajang promosi wastra lokal, khususnya kain songket dan jumputan khas Palembang
  • Palembang fashion carnival 2026 diikuti 16 komunitas seni, dari busana berbahan daur ulang hingga miniatur jembatan Ampera
  • Ribuan warga memadati Benteng Kuto Besak untuk menyaksikan Palembang Fashion Carnival 2026

RRI.CO.ID, Palembang - Ribuan warga memadati kawasan Benteng Kuto Besak untuk menyaksikan Palembang Fashion Carnival 2026. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir pertunjukan.

Palembang Fashion Carnival digelar di kawasan tepian Sungai Musi, Minggu, 28 Juni 2026. Warga memenuhi sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan penampilan para peserta.

Sebanyak 16 komunitas berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan karya terbaik mereka. Beragam kostum kreatif menghiasi panggung budaya Kota Palembang.

Peserta menampilkan busana berbahan daur ulang dan miniatur Jembatan Ampera yang unik. Kain songket dan jumputan menjadi unsur penting dalam setiap rancangan.

Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kota Palembang mempromosikan warisan wastra daerah kepada masyarakat luas. Pelestarian budaya dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan kekinian.

Asisten III Setda Kota Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan fesyen mencerminkan identitas suatu daerah. Busana juga menjadi sarana memperkenalkan nilai budaya kepada masyarakat.

"Fashion bukan sekadar tentang busana. Fashion adalah bahasa budaya, identitas, kreativitas, dan kebanggaan suatu daerah," ujarnya.

Menurut Bastari, Palembang ingin menunjukkan budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, perubahan tersebut tetap menjaga nilai dan jati diri daerah.

Ia menilai karnaval budaya juga memperkuat sektor ekonomi kreatif di Sumatera Selatan. Industri kreatif diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

"Kita ingin bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat. Ekosistem itu harus mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat," tuturnya.

Bastari mengajak generasi muda terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya daerah. Kreativitas harus menjadi sarana memperkenalkan Palembang ke tingkat yang lebih luas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Panitia, sponsor, relawan, dan aparat keamanan dinilai berkontribusi besar.

Warga Kenten, Susanto, mengaku terhibur dengan berbagai kostum kreatif yang ditampilkan peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut memperlihatkan kekayaan budaya Palembang secara menarik.

"Saya bangga melihat budaya Palembang dikemas dengan sangat kreatif. Semoga acara seperti ini terus digelar," katanya.

Pemerintah Kota Palembang berharap kegiatan tersebut mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Ajang ini juga diharapkan memperkuat citra Palembang sebagai kota budaya yang berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....