Sayembara Aktor Dulmuluk Dorong Regenerasi Seniman Muda
- 23 Jun 2026 11:23 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kesenian Dulmuluk tetap bertahan sebagai salah satu warisan budaya Palembang yang terus diwariskan kepada generasi muda. Upaya pelestarian itu dilakukan melalui pagelaran "Sayembara Aktor Dulmuluk" di Taman Budaya Sriwijaya Palembang.
Seniman Dulmuluk dan musik, Randi Putra Ramadhan, mengatakan kesenian tersebut menjadi bukti kekayaan intelektual masyarakat Palembang. Pernyataan itu disampaikannya dalam persiapan pagelaran pada Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Randi, Dulmuluk memiliki perjalanan panjang sejak abad ke-19. Kesenian ini berawal dari pembacaan syair Abdul Muluk sebelum berkembang menjadi seni pertunjukan drama.
"Dari syair Abdul Muluk yang hanya dibacakan, kemudian berkembang menjadi pentas drama," ujarnya. Masyarakat Palembang saat itu mampu mengemas syair menjadi pertunjukan lengkap dengan musik, dialog, dan akting.
Perkembangan Dulmuluk terus berlangsung dari masa ke masa tanpa kehilangan identitas budayanya. Kesenian ini tetap bertahan bahkan pada masa pendudukan Jepang tahun 1942.
Menurut Randi, pertunjukan Dulmuluk kini semakin relevan sebagai hiburan masyarakat. Pengemasan modern dilakukan melalui tata cahaya, tata suara, dan dekorasi panggung yang lebih menarik.
Meski mengikuti perkembangan zaman, nilai tradisi dalam pertunjukan tetap dipertahankan. Hal tersebut membuat Dulmuluk mampu menjangkau penonton dari berbagai generasi.
Dalam upaya regenerasi, Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan bersama pegiat seni menggelar "Sayembara Aktor Dulmuluk". Kegiatan tersebut melibatkan generasi muda sebagai calon pelaku seni tradisi.
Sebanyak 13 peserta terpilih akan tampil dalam pagelaran di Taman Budaya Sriwijaya pada Selasa, 23 Juni 2026. Para peserta sebelumnya telah mengikuti proses latihan dan pembelajaran Dulmuluk.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Dulmuluk masih diminati anak-anak muda," katanya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat yang lebih luas.
Randi menegaskan Dulmuluk tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat. Kesenian tersebut juga mengandung nilai sejarah, pendidikan, dan keteladanan yang tetap relevan hingga sekarang.
Karena itu, warisan budaya tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Upaya pelestarian dinilai penting agar identitas budaya Palembang tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....