Bandara SMB II Bina Sanggar Seni dengan Program Pojok Budaya

  • 24 Jun 2026 22:26 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang memberikan pembinaan kepada dua sanggar seni budaya melalui Program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam program Pojok Budaya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dua sanggar yang menerima bantuan pembinaan yakni Sanggar Kreativitas Anak Bangsa dan Sanggar KD2. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Pembinaan yang diberikan meliputi pelatihan manajemen sanggar dan pengembangan kurikulum seni. Bandara juga memberikan dukungan sarana pendukung pertunjukan bagi kedua sanggar.

Kedua sanggar menampilkan pertunjukan tari dan lagu khas Sumatera Selatan di Area Domestic Boarding Lounge. Penampilan tersebut mendapat perhatian penumpang dan pengguna jasa bandara.

Kegiatan itu menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk melestarikan budaya daerah. Bandara juga memanfaatkan ruang publik modern sebagai sarana promosi budaya lokal.

General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan bandara tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi. Bandara juga memiliki peran dalam memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.

Syaugi mengatakan program TJSL harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. "Sanggar Kreativitas Anak Bangsa dan KD2 adalah sanggar yang memiliki komitmen menjaga warisan budaya Sumatera Selatan," ujarnya.

Menurut Syaugi, pertunjukan budaya di bandara dapat memperluas pengenalan budaya daerah kepada wisatawan. Langkah tersebut juga menjadi sarana promosi budaya Sumatera Selatan.

Ia mengapresiasi penampilan para peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. "Kami bangga anak-anak muda ini tampil percaya diri dan menjadi duta budaya," katanya.

InJourney Airports menilai pelestarian budaya sejalan dengan pengembangan kebandarudaraan yang berkelanjutan. Program Community Upskilling for Aviation juga dirancang untuk memperkuat kapasitas komunitas kreatif di sekitar bandara.

Syaugi menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang kolaborasi bagi komunitas seni dan budaya. Langkah tersebut diharapkan membuat perjalanan penumpang sekaligus menjadi pengalaman mengenal budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....