Waisak, Yabuddhi Sumsel Gelar Tradisi Yi Fo, Pemandian Rupang Bayi Siddharta
- 25 Mei 2026 21:04 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Sekretaris Bersama (Sekber) Yayasan Buddhayana Indonesia (Yabuddhi) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Tradisi Yi Fo, ritual pemandian rupang Bayi Siddharta. Tradisi Yi Fo digelar pada Sabtu malam, 24 Mei 2026 di Pusdiklat Buddhayana Sriwijaya, Jalan Karya Baru Km 7, Palembang.
Di tengah suasana yang hening dan penuh khidmat, ratusan umat Buddha berdiri mengantre dengan rapi. Pandangan mereka tertuju pada sebuah bejana berisi air bertabur bunga, di mana berdiri tegak sebuah rupang (patung) kecil berwujud bayi Pangeran Siddharta yang salah satu telunjuk tangannya menunjuk ke langit dan tangan lainnya menunjuk ke bumi.
Satu per satu, umat maju ke depan saat Tradisi Yi Fo, atau ritual pemandian rupang Bayi Siddharta, sebuah prosesi sakral yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE (Tahun 2026). Mengambil gayung kecil, lalu menyiramkan air harum tersebut ke bahu rupang sang Buddha kecil dengan penuh kelembutan.
Bagi umat Buddha, Yi Fo bukan sekadar ritual seremonial tahunan yang menandai kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini. Ada makna spiritual yang jauh lebih mendalam di balik tetesan air yang membasahi rupang tersebut.
Ketua Sekretaris Bersama (Sekber) Yayasan Buddhayana Indonesia (Yabuddhi) Sumsel , Sukartek, menjelaskan bahwa ritual ini sejatinya adalah cermin bagi diri sendiri. "Yi Fo atau pemandian Buddha ini sebenarnya simbol untuk membangkitkan kembali kesadaran Buddha yang ada di dalam diri kita masing-masing,” jelasnya.
Menurut Sukartek tujuannya agar senantiasa sadar, bijaksana, dan mawas diri dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika air membersihkan debu pada rupang, di saat yang sama umat diajak untuk mengikis ego, keserakahan, kebencian, dan kekotoran batin yang selama ini mengendap di dalam jiwa,” ungkpanya.
Acara yang berlangsung penuh kedamaian ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Sekretaris Wilayah Sangha Agung Indonesia (Sagin) Sumsel-Babel, Bhikkhu Nyanavirya Thera, Ketua MBI Sumsel Djoni Issalamin, pengurus Pusdiklat Buddhayana Sriwijaya serta tokoh agama Buddha Sumsel Rusmiati Zen.
Kehadiran para tokoh dan antusiasme ratusan umat membawa angin segar bagi perkembangan spiritualitas di Kota Palembang. Wijang Istoto, selaku Penyelenggara Agama Buddha Kantor Kemenag Kota Palembang, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami dari Bimas Buddha Kemenag Kota Palembang sekaligus Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pusdiklat Buddhayana Sriwijaya,Kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi umat Buddha untuk bersatu dan menyatukan hati dalam rangkaian doa menyambut Waisak 2026, “kata Wijang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....