Ribuan Warga Padati Cekat Stempel di Sungai Komering
- 28 Mar 2026 22:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Tradisi Cekat Stempel di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kembali menyedot perhatian masyarakat saat libur Lebaran. Ribuan warga memadati Sungai Komering untuk menikmati wisata air khas daerah tersebut.
Pengunjung tidak hanya berasal dari Kayuagung, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Antusiasme ini menunjukkan tradisi tersebut tetap menjadi daya tarik tahunan yang kuat.
Tradisi turun-temurun ini menjadi ciri khas perayaan Idul Fitri di Kayuagung yang selalu dinanti masyarakat. Warga rela mengantre untuk merasakan sensasi berkeliling menggunakan perahu motor.
Pengalaman tersebut menghadirkan percikan air, hempasan ombak, serta suara mesin yang menambah keseruan. Suasana ramai terlihat sejak pagi hingga sore hari di sepanjang aliran sungai.
Salah satu pengunjung asal Pedamaran, Heru, mengaku sengaja datang untuk ketiga kalinya menikmati tradisi tersebut. Ia menilai Cekat Stempel menawarkan pengalaman berbeda saat libur Lebaran.
“Saya datang bersama teman-teman untuk menikmati tantangan speedboat di Sungai Komering Kayuagung,” katanya, Rabu 25 Maret 2026.
Ia menambahkan hempasan ombak menjadi daya tarik utama yang membuatnya kembali setiap tahun. Sensasi tersebut dinilai memberikan pengalaman yang memacu adrenalin.
“Sensasi ombak membuat kami tertantang untuk mencoba setiap tahun,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga Kayuagung, Dessy, yang menilai tradisi ini menjadi momen kebersamaan yang tidak tergantikan. Ia menyebut kegiatan tersebut hanya hadir sekali dalam setahun.
“Tradisi ini hanya ada saat Lebaran dan sudah turun-temurun sehingga selalu kami nantikan,” tuturnya.
Ia menjelaskan perjalanan perahu motor berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit dari Kelurahan Sukadana menuju Jua-Jua. Meski singkat, banyak warga tetap rela mengantre.
Dari pantauan di lapangan, tradisi ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Pemilik perahu motor memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan pendapatan.
Salah satu pengemudi perahu, Rahmad, mengatakan tarif sekali perjalanan berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000. Setiap perahu dapat mengangkut hingga delapan penumpang.
“Waktu perjalanan sekitar 15 menit dan penumpang wajib menggunakan rompi pelampung,” katanya.
Selain menjadi hiburan, tradisi ini memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Kayuagung. Namun, aktivitas di sungai tetap memerlukan perhatian serius terkait keselamatan.
Aparat keamanan disiagakan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Kehadiran petugas juga memberikan rasa nyaman bagi pengunjung.
Kapolres OKI, Eko Rubiyanto, menegaskan pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan humanis. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan masyarakat.
“Kami melakukan pengamanan maksimal dengan pendekatan humanis agar masyarakat tetap aman dan nyaman,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....