Tren Chinamaxxing Viral di TikTok, Gen Z Ikut Terpengaruh
- 27 Mar 2026 07:28 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Fenomena “Chinamaxxing” tengah ramai diperbincangkan di platform TikTok dalam beberapa waktu terakhir. Tren ini menarik perhatian kalangan generasi Z yang mengikuti perkembangan gaya hidup global.
Istilah Chinamaxxing merujuk pada upaya meniru pola hidup modern yang berkembang di Tiongkok. Mulai dari kebiasaan disiplin, efisiensi waktu, hingga gaya berpakaian sederhana menjadi sorotan.
Akademisi University of Hong Kong, Zhang Xinzhie mencatat peningkatan pesat budaya melalui kekuatan lunak (soft power). Menurutnya, perkembangan tersebut terlihat dari semakin luasnya penyebaran produk budaya.
"Faktor-faktor ini telah menggabungkan topik-topik terkait China ke dalam wacana digital arus utama. Berpotensi memicu rasa ingin tahu yang terpendam dan beresonansi dengan audiens," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu , 25 Maret 2026.
Menurutnya, tren ini menunjukkan pandangan terkait kehidupan sehari-hari yang lebih akar rumput dan beresolusi tinggi. Ia menilai yang membuat tren ini berbeda adalah fokusnya pada gaya hidup orang biasa dan momen-momen kecil.
Berbagai konten dengan tagar terkait menampilkan rutinitas harian yang terstruktur dan produktif. Kreator juga membagikan tips belajar serta strategi meningkatkan fokus dalam aktivitas sehari-hari.
Tak hanya itu, tren ini juga menonjolkan pola makan sehat dan kebiasaan hidup minimalis. Hal tersebut dinilai sejalan dengan semangat pengembangan diri yang banyak diminati anak muda.
Popularitas Chinamaxxing didorong oleh algoritma media sosial yang mempercepat penyebaran konten. Video-video bertema serupa dengan cepat menjangkau pengguna di berbagai negara.
Di Indonesia, tren ini mulai diadaptasi oleh sejumlah kreator lokal dengan sentuhan budaya setempat. Mereka mencoba menggabungkan nilai global dengan kebiasaan sehari-hari yang lebih relevan.
Meski terlihat positif, sebagian pengamat mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam mengikuti tren. Tidak semua gaya hidup luar negeri dapat diterapkan tanpa penyesuaian konteks.
Masyarakat diharapkan dapat mengambil sisi baik dari tren tersebut tanpa kehilangan identitas budaya. Edukasi dan literasi digital menjadi kunci agar tren ini memberi dampak positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....