Tradisi Midang Kayuagung Jadi Daya Tarik Lebaran Sarat Makna Budaya

  • 25 Mar 2026 08:38 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI - Tradisi Midang kembali meramaikan perayaan Idulfitri di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan arak-arakan masyarakat yang berlangsung pada hari ketiga dan keempat Lebaran. Kegiatan ini menjadi magnet bagi warga lokal maupun perantau yang pulang kampung.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, menyampaikan midang merupakan tradisi berjalan kaki secara beriringan sambil mengenakan busana adat khas Kayuagung dan diiringi musik tradisional. Tradisi ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial masyarakat setempat.

Sebanyak sebelas kelurahan ikut berpartisipasi dalam perayaan tahunan ini, menjadikan jalanan Kayuagung penuh warna dan semarak. Arak-arakan dimulai dari pembawa tanda kelurahan dan bendera merah putih, diikuti anak-anak hingga para bujang dan gadis.

" Bahwa Midang merupakan warisan budaya tak benda yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur," ujar Edward Candra, Selasa 24 Maret 2026.

Para peserta tampil dengan busana adat seperti Maju Setakatan, Maju Inti, Bengian Inti, dan Manjau Kahwin. Keindahan kain songket, selendang, serta hiasan kepala mencerminkan kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan.

Tradisi Midang memiliki dua jenis, yakni Midang Begorok yang biasanya digelar dalam acara hajatan, serta Midang Bebuke yang dilaksanakan saat Lebaran dan lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Pemerintah daerah berharap tradisi ini dapat terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang lebih luas, bahkan berpotensi menjadi agenda nasional maupun internasional di masa mendatang.disi Midang Kayuagung .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....