Amankan Stok saat Kemarau, Pusri Siagakan 141 Ribu Ton Pupuk Subsidi
- 24 Agt 2026 11:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Selain menjamin pasokan, Pusri mendorong petani menerapkan pemupukan berimbang agar produktivitas lahan tetap optimal meski ketersediaan air berkurang.
- PT Pusri Palembang menyiagakan 141.657 ton pupuk bersubsidi (Urea dan NPK) per akhir Agustus 2026 untuk mengamankan kebutuhan petani di tengah musim kemarau.
- Perusahaan memperketat pemantauan lini distribusi dan koordinasi wilayah guna mengantisipasi pergeseran pola tanam akibat cuaca ekstrem.
RRI.CO.ID, Palembang - Ancaman musim kemarau terhadap penurunan produktivitas pertanian mulai diantisipasi secara masif dari lini pasokan nutrisi tanaman. PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), bergerak cepat memperketat pengawasan stok dan rantai distribusi pupuk bersubsidi untuk memastikan kebutuhan petani di daerah operasional tetap terpenuhi tanpa hambatan.
Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, Pusri mencatat ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang lini distribusi mencapai 141.657,28 ton. Cadangan ini terdiri atas 120.593,76 ton Urea dan 21.063,52 ton NPK. Angka tersebut melengkapi realisasi penyaluran nasional yang sejak awal tahun telah menembus 970.895,90 ton Urea serta 300.759,05 ton NPK bersubsidi.
Musim kering kerap memicu pergeseran jadwal tanam dan perubahan dinamika kebutuhan pupuk di tingkat tapak. Membaca potensi risiko tersebut, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, menegaskan bahwa kesiapan gudang dan keandalan sistem logistik menjadi kunci utama pencegahan kelangkaan di lapangan.
"Di tengah musim kemarau, Pusri terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di masing-masing wilayah, termasuk perkembangan kebutuhan pupuk dan posisi stok. Kami memastikan stok tetap tersedia dan pelayanan distribusi terus berjalan, sehingga ketika kebutuhan meningkat, Pusri siap mendukung ketersediaan pupuknya," tegas Rustam dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin, 24 Agustus 2026.
Manajemen Pusri tidak hanya berfokus pada volume pasokan yang mengendap di gudang, tetapi juga memperketat koordinasi antarunit guna merespons lonjakan permintaan sewaktu-waktu.
"Kami tidak hanya melihat kondisi stok saat ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan ke depan. Koordinasi antarunit terus diperkuat agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sesuai kebutuhan wilayah. Dengan begitu, masyarakat dan petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk," tambahnya.
Di luar urusan pasokan, tantangan terbesar petani saat kemarau adalah penurunan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman akibat keterbatasan air. Menanggapi hal ini, Pusri turut menerjunkan tim pendampingan teknis guna mengedukasi petani mengenai tata cara pemupukan presisi.
"Kami mengajak petani untuk tetap mengikuti rekomendasi pemupukan sesuai jenis tanaman dan kebutuhannya. Pusri akan terus hadir melalui ketersediaan produk, pelayanan distribusi, serta edukasi agar penggunaan pupuk dapat dilakukan secara efektif dan memberikan manfaat optimal bagi tanaman," pungkas Rustam.
Langkah preventif yang diambil pabrikan pupuk tertua di Indonesia ini menjadi benteng krusial dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....