Tips Mengikuti Lomba Debat dan Esai dari BO Cogito FISIP Unsri

  • 01 Okt 2026 07:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kompetisi debat dan esai memerlukan kemampuan berpikir kritis serta pengembangan strategi yang matang.
  • M. Arifin Ilham dan Alifa Amira dari BO Cogito FISIP Unsri membagikan tips praktis debat dan esai kepada publik.
  • Acara Sore Ceria Pro 2 RRI Palembang pada 29 September 2026 menjadi platform berbagi pengetahuan tentang teknik debat dan esai.

RRI.CO.ID, Palembang - Kompetisi debat dan esai memerlukan kemampuan berpikir kritis serta pengembangan strategi yang matang. Hal ini disampaikan oleh anggota organisasi keilmiahan, Badan Otonom Cogito Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya (BO Cogito FISIP Unsri).

M. Arifin Ilham dan Alifa Amira menyampaikan sejumlah tips debat dan esai. Mereka hadir dalam acara Sore Ceria Pro 2 RRI Palembang pada Selasa, 29 September 2026.

Arifin menjelaskan bahwa debat merupakan kegiatan yang sangat dinamis karena setiap peserta harus siap menghadapi mosi yang diberikan secara mendadak. Selain itu, peserta debat harus memiliki nada yang tegas dan prinsip yang kuat sesuai dengan mosi dari juri.

“Debat itu pastinya enggak individu, akan ada rekan kamu, pasti satu kamu dan rekan kamu itu satu pemikiran,” tuturnya. Menurutnya, kerja tim akan membantu ketika case building untuk mosi terselesaikan.

Alifa menambahkan bahwa dalam sebuah kompetisi debat, peserta dituntut untuk memiliki ketajaman berpikir dan posisi yang jelas, sebagai government atau opposition. Posisi government harus memberikan argumen kuat untuk mendukung mosi, sedangkan sebaliknya opposition harus melawan mosi dengan argumen kuat juga.

“Dari situ kita pun juga terbayangkan apa yang mau kita sampaikan dan juga bisa melihat posisi kita sebagai apa di sana,” katanya. Ia mengingatkan agar tetap pada pendirian saat debat berlangsung.

Terkait strategi menulis esai, Arifin menekankan pentingnya inovasi yang realistis. Ia mengingatkan agar peserta tidak terjebak membuat ide yang terlalu megah namun sulit diwujudkan.

Arifin juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam penyusunan struktur esai agar alur pemikiran penulis dapat dipahami dengan baik. Ia menjelaskan bahwa penggunaan analisis SWOT adalah metode yang ia terapkan secara konsisten dalam menyusun esai atau karya tulis ilmiah.

Ia menyarankan bahwa untuk meningkatkan kualitas tulisan esai, seorang mahasiswa harus rajin melakukan studi literatur atau membaca karya orang lain. “Paling sering-sering aja untuk selalu membaca paper esai dari pemenang-pemenang yang sudah publish sebelumnya,”

Alifa memberikan perspektif dari sisi penilaian esai, substansi adalah kunci utama. Ia menjelaskan bahwa juri sangat memperhatikan apakah tulisan tersebut mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Alifa menutup dengan menjelaskan bahwa setiap karya tulis harus memiliki aturan sistematis agar layak dinilai oleh juri. “Ada aturan-aturan yang perlu diperhatikan sehingga paper yang kita hasilkan itu bermutu,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....