Memahami Algoritma Rezeki dalam Perspektif Al-Qur’an
- 09 Sep 2026 06:26 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Rezeki adalah ketetapan Allah SWT namun manusia tetap perlu berusaha melalui ikhtiar untuk mendapatkannya.
- Ustazah Nurhayati Damiri menekankan bahwa manusia tidak boleh hanya pasif menunggu rezeki datang, tetapi harus aktif menjemputnya dengan kerja keras.
- Pesan ini disampaikan dalam Program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Palembang pada Senin, 7 September 2026, sebagai bagian dari program rohani yang mendampingi masyarakat.
RRI.CO.ID, Palembang - Rezeki merupakan ketetapan Allah SWT yang tetap perlu dijemput manusia melalui ikhtiar. Hal tersebut disampaikan Ustazah Nurhayati Damiri, dalam Program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Palembang, Senin, 7 September 2026.
Menurut Ustazah Nurhayati manusia tidak cukup hanya menunggu datangnya rezeki. “Rezeki itu bukan untuk kita tunggu, tetapi bagaimana kita menjemput rezeki dengan ikhtiar,” ujar Ustazah Nurhayati.
Ia menjelaskan, ikhtiar dalam mencari rezeki perlu disertai doa, kesabaran, konsistensi, dan tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, usaha manusia juga harus tetap berada dalam koridor yang halal.
Ustazah Nurhayati juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas rezeki yang telah diterima. “Kita ini sebenarnya berada dalam lautan rezeki Allah, tetapi sering fokus pada apa yang belum kita punya,” katanya.
Selain ikhtiar dan syukur, akhlak juga menjadi bagian penting dalam memperoleh keberkahan rezeki. Kejujuran, amanah, silaturahmi, serta kepedulian kepada sesama dinilai perlu dijaga.
Menurutnya, rezeki yang diterima sebaiknya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Sebagian rezeki juga dapat disalurkan melalui sedekah, infak, dan berbagai bentuk kebaikan.
Ustazah Nurhayati menegaskan, keberkahan rezeki tidak hanya ditentukan dari jumlah yang diperoleh. Cara mendapatkan dan menggunakan rezeki juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....