Kesadaran Kematian Dapat Membentuk Pribadi Lebih Baik

  • 07 Sep 2026 19:26 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Umat Islam diajak menjadikan kematian sebagai pengingat untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.
  • Mengingat kematian seharusnya menjadi motivasi untuk memanfaatkan sisa usia dengan beramal saleh, bersyukur, dan berbuat baik kepada sesama.
  • Masyarakat diajak mempersiapkan husnul khatimah dengan memperkuat iman, memperbanyak amal, serta membersihkan hati dari dendam.

RRI.CO.ID, Palembang - Umat Islam diajak menjadikan kematian sebagai pengingat untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan selama masih diberikan kesempatan hidup. Kesadaran terhadap kematian bukan untuk melemahkan semangat, tetapi menjadi dorongan agar manusia memanfaatkan waktu dengan berbuat kebajikan.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Hanafi dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Jumat, 4 September 2026. Ia menjelaskan manusia masih memiliki kesempatan beramal selama hidup di dunia sebelum kesempatan tersebut berakhir ketika meninggal.

Ustaz Hanafi mengatakan kesadaran terhadap kematian seharusnya membuat manusia lebih bersemangat menjalankan amal saleh. Menurutnya, seseorang yang telah meninggal dunia tidak lagi memiliki kesempatan untuk menambah amal kebaikan.

“Di saat kita mengenang, membicarakan, mendiskusikan tentang kematian, bukan justru kita tambah lesu, tambah tidak bergairah, tidak bersemangat dalam hidup ini. Justru sebaliknya, ini adalah sisa kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk beramal kebaikan,” ujar Ustaz Hanafi.

Ia menjelaskan introspeksi diri menjadi salah satu cara menjaga kesadaran terhadap kematian. Ustaz Hanafi mencontohkan Rabi bin Khaisam yang membuat tempat menyerupai kuburan sebagai pengingat ketika hati mulai keras, sombong, rakus, atau kurang bersyukur.

Menurutnya, kebiasaan melakukan evaluasi diri dapat membantu manusia memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut juga mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan waktu yang dimiliki.

Ustaz Hanafi menyebut perbuatan baik memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Amal kebajikan dapat menjadi jalan memperoleh kecintaan Allah SWT sekaligus membangun hubungan baik dengan sesama.

Ia menjelaskan kehidupan yang baik atau hayatan thayyibah dapat dirasakan melalui sikap qanaah. Sikap tersebut mengajarkan manusia menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki dengan penuh ketenangan.

Ustaz Hanafi mengingatkan masyarakat agar tidak dikuasai sifat rakus dan perasaan selalu kekurangan. Menurutnya, seseorang yang memiliki banyak hal tetapi tidak pernah merasa cukup dapat kehilangan ketenangan hidup.

“Seseorang yang memiliki banyak hal tetapi tetap merasa kekurangan dapat kehilangan ketenangan dalam hidup,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat mempersiapkan diri untuk mencapai husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik. Persiapan tersebut dilakukan dengan memperbanyak amal serta membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

Ustaz Hanafi menilai dendam dapat menghilangkan kebahagiaan seseorang. Karena itu, setiap orang perlu belajar memaafkan dan menjaga kebersihan hati selama menjalani kehidupan.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan hidup untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal kebaikan. Persiapan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....