Mengenal Asal Usul Nama Sungai Musi

  • 28 Agt 2026 07:09 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Sungai Musi memiliki panjang 750 kilometer dan menjadi pusat peradaban Palembang sejak era Kerajaan Sriwijaya hingga masa modern.
  • Palembang dikenal sebagai kota tertua di Nusantara dengan kekayaan budaya termasuk pempek, songket, dan Jembatan Ampera yang penuh sejarah.
  • Sungai Musi membelah Palembang menjadi dua wilayah utama yaitu ulu dan ilir, membentuk struktur geografis dan sosial kota.

RRI.CO.ID, Palembang - Sumatera Selatan dengan Palembang sebagai ibukotanya yang merupakan kota tertua di Nusantara. Terkenal dengan pempek sebagai makanan khasnya, songket sebagai tenunan kebanggaannya, Jembatan Ampera sebagai jembatan yang penuh dengan sejarah dan Sungai Musi yang membelah Palembang menjadi wilayah ulu dan Ilir.

Sungai Musi yang mengaliri wilayah Palembang khusus nya dan wilayah Sumatera Selatan umumnya dengan anak sungai nya yang membentang, merupakan sungai bersejarah sepanjang 750 kilo meter, menjadi pusat peradaban dari masa kerajaan Sriwijaya hingga era modern saat ini.

Dibalik nama besar Sungai Musi terdapat cerita asal usul dari nama Sungai Musi, hal ini di ungkapkan pemerhati sejarah Sumatera Selatan, Mang Dayat (46) saat dihubungi RRI Selasa, 18 Agustus 2026. Mang Dayat mengungkapkan bahwa nama sungai Musi memiliki nilai historis yang tidak banyak orang tau.

Dari dahulu hingga sekarang Sungai Musi menjadi urat nadi masyarakat Palembang, namun nama Sungai Musi ini masih menjadi misteri karena terdapat dua versi informasi yang berkembang di tengah masyarakat palembang.

Versi pertama Palembang sebagai salah satu wilayah yang memiliki keterikatan sangat erat dengan Sriwijaya dan catatan Tiongkok, pada abad ke 7 datang pendeta Budha bernama I-Tsing datang kekawasan Sriwijaya.

Pada catatan Tiongkok nama Sriwijaya di tulis dalam bentuk tulisan transliterasi Shih-Li-Fo-Shi atau atau Fo-Shi para sejarawan mengidentifikasi nama dengan Sriwijaya dalam beberapa sumber Fo-Shi juga dikaitkan dengan Sungai Musi yang kemudian dihubungkan dengan Musi dari sinilah lama lama penyebutan Fo-Shi menjadi Musi.

“Ada dua versi soal nama sungai Musi yang pertama berdasar catatan Tiongkok nama Sriwijaya ditulis dalam bentuk tulisan transliterasi Shih-Li-Fo-Shi atau Fo-Shi, yang di kaitkan pula dengan sungai Musi yang disebut Fo-Shi dari situ lama lama Fo-Shi menjadi Musi,” ungkap Mang Dayat.

Untuk versi kedua lebih menarik lagi karena berasal dari legenda cerita rakyat, namanya adalah Muci dalam cerita Muci dalam bahasa Cina kuno yang berarti ayam betina untuk penyebutan bagi Dewi ayam betina yang di percaya dapat memberikan keberuntungan, nama Muci inilah yang akhirnya menjadi Musi.

“Konon ada pada masa lampau ada pelaut dari Tiongkok yang masuk kekawasan sungai yang ada di Sumatera Selatan, mereka melihat sesuatu yang sangat luar biasa, sungai yang panjang, tanah yang subuh, hasil bumi yang banyak dan rempah rempah yang melimpah,kawasan ini di kaitkan dengan Muci sosok yang memberikan keberuntungan dan kemakmuran dari Muci inilah berkembang menjadi Musi,” ujar Mang Dayat lebih lanjut.

Dari legenda itulah Sungai Musi dikenal sebagai sungai yang melambangkan kemakmuran, kesejahteraan dan keberuntungan untuk masyarakat yang ada di kawasan Sungai Musi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....