Cerdas Tanpa Tertekan, Anak Muda Perlu Belajar Mengelola Ambisi

  • 24 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kecerdasan tidak otomatis membuat seseorang lebih cemas. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kemampuan berpikir dan tuntutan terhadap diri sendiri dikelola agar tidak menjadi tekanan.
  • Ambisi tetap penting, tetapi harus diarahkan secara sehat. Keinginan sukses sebaiknya dibarengi dengan keinginan untuk berkembang, bukan sekadar mengejar pencapaian.
  • Kecerdasan perlu diimbangi ketahanan mental dan kemampuan mengelola diri. Memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dan memahami batas kemampuan menjadi bagian penting agar potensi dapat berkembang secara optimal.

RRI.CO.ID, Palembang - Di era serba cepat dan penuh kompetisi, narasi “harus paling pintar, harus paling cepat sukses” justru bikin banyak anak muda stres. Psikolog, pendidik, dan tokoh pemuda di Palembang sepakat: kunci sukses bukan tekanan ambisi, tapi kecerdasan yang sehat — cerdas IQ, cerdas emosi, dan cerdas jaga diri.

Dekan Fakultas Sosial Humaniora Universitas Bina Darma, Nursep Almigo, dalam Dialog Indonesia Cerdas Rabu, 19 Agustus 2026, mengatakan, masyarakat perlu berhati-hati dalam memahami hubungan antara kecerdasan dengan kecemasan. Menurutnya, anggapan bahwa semakin cerdas atau pintar seseorang maka semakin tinggi pula kecemasannya tidak sepenuhnya benar dalam konteks psikologi.

Spesialis pembentukan karakter dan ketahanan mental generasi serta peneliti self-efficacy dan resilience itu menjelaskan, kecerdasan memang diperlukan dalam kehidupan karena dapat membantu seseorang menghadapi berbagai persoalan. Namun, kecerdasan tidak seharusnya dibangun atas dasar tuntutan yang berlebihan sehingga justru memberikan tekanan kepada individu.

“Kita harus hati-hati, apakah benar orang semakin cerdas, semakin pintar, itu artinya kecemasan semakin tinggi? Tidak demikian. Dalam konteks psikologi, diperlukan dalam hidup ini cerdas, tetapi hal ini tidak dipengaruhi landasan seperti tuntutan,” ujar Nursep.

Menurut Nursep, orang yang cerdas memiliki kemampuan menggunakan pikirannya untuk memecahkan berbagai permasalahan. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Namun, kemampuan berpikir juga perlu dikelola dengan baik. Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang dapat muncul adalah ketika seseorang terus menggunakan kemampuan berpikirnya tanpa memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat.

“Orang pintar atau cerdas itu otaknya diberikan kemampuan untuk memecahkan masalah. Persoalannya, kadang-kadang otak ini tidak dikelola dengan baik dan salah satu bagian menyebabkan otak tidak beristirahat,” jelasnya.

Karena itu, kecerdasan perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola diri. Seseorang tidak hanya dituntut untuk memiliki prestasi atau kemampuan akademik, tetapi juga perlu memahami batas kemampuan dirinya agar aktivitas berpikir tidak berubah menjadi tekanan.

Nursep juga membahas mengenai ambisi dalam kehidupan. Menurutnya, memiliki ambisi bukan sesuatu yang negatif selama ambisi tersebut diarahkan secara sehat. Ambisi dapat menjadi pendorong seseorang untuk memiliki target dan berusaha mencapai tujuan.

Ia mencontohkan ambisi yang sehat melalui keinginan untuk sukses yang disertai dengan keinginan untuk terus berkembang. Dengan demikian, kesuksesan tidak hanya dipandang dari pencapaian akhir, tetapi juga dari proses seseorang dalam meningkatkan kemampuan dirinya.

“Ambisi itu bagus karena punya target. Tetapi ambisi sehat itu seperti, saya ingin sukses karena saya ingin berkembang,” kata Nursep.

Menurutnya, pola pikir tersebut dapat membantu seseorang menjalani proses dengan lebih positif. Keinginan untuk berkembang membuat seseorang tidak semata-mata mengejar hasil, tetapi juga mampu menikmati proses belajar serta menghadapi berbagai tantangan.

Kecerdasan, menurut Nursep, sebaiknya menjadi kemampuan yang membantu seseorang menyelesaikan masalah, bukan menjadi beban akibat tuntutan untuk selalu sempurna. Pengelolaan pikiran menjadi penting agar seseorang dapat menggunakan potensi kecerdasannya secara optimal.

Melalui program Indonesia Cerdas RRI Palembang, masyarakat diingatkan bahwa kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan ketahanan mental. Kemampuan berpikir yang baik, pengelolaan diri, serta ambisi yang sehat dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan tanpa menjadikan pencapaian sebagai tekanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....