GMPK Ajak Pemuda Nyalakan Kembali Semangat Kebangsaan

  • 28 Agt 2026 06:43 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • GMPK mendorong mahasiswa dan pelajar menguatkan semangat kebangsaan melalui pengembangan diri, organisasi, diskusi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
  • Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengamat, tetapi memperluas wawasan, memahami persoalan bangsa dari berbagai sudut pandang, serta ikut memberikan gagasan dan solusi.
  • Media sosial perlu dimanfaatkan secara positif, sementara aktivitas organisasi diperkuat untuk membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian sosial generasi muda.

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah derasnya arus informasi dan budaya global, semangat kebangsaan di kalangan pemuda perlu terus “dinyalakan”. Pemkot Palembang, kampus, dan komunitas pemuda sepakat: cinta tanah air bukan jargon, tapi aksi nyata di sekolah, kampus, media sosial, hingga lingkungan RT.

Rama Wijaya, selaku Ketua DPD GMPK Sumatera Selatan, Muhammad Ridwan Alfarizi selaku Sekretaris GMPK Sumatera Selatan, dan Riki Mufli Pratama selaku Ketua DPC GMPK Kota Palembang yang hadir dalam Dialog Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Palembang, Jumat 21 Agustus 2026.

Rama Wijaya mengatakan GMPK merupakan organisasi yang mewadahi mahasiswa dan pelajar. Organisasi tersebut berdiri di Jakarta dengan latar belakang keprihatinan terhadap semakin tergerusnya minat generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Rama, kehadiran GMPK menjadi salah satu upaya untuk membangun kembali nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa dan pelajar. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa sehingga perlu memiliki semangat untuk mengembangkan diri dan berkontribusi kepada masyarakat.

“GMPK hadir untuk membangun nilai-nilai kebangsaan dan membangkitkan semangat kebangsaan, bagaimana pemuda-pemudi bersemangat membangun dirinya,” ujar Rama.

Rama menambahkan, bergabung dalam organisasi menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengembangkan diri. Menurutnya, generasi muda dapat memperoleh pengalaman, membangun relasi, serta belajar memahami berbagai persoalan melalui keterlibatan aktif dalam organisasi.

Sementara itu, Muhammad Ridwan Alfarizi mengatakan Indonesia saat ini terus berjalan dan berbagai perkembangan yang terjadi diharapkan dapat memberikan dampak kepada masyarakat, termasuk masyarakat di tingkat bawah. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memahami kondisi bangsa secara lebih luas.

Ridwan menilai mahasiswa terkadang hanya melihat suatu persoalan dari satu sudut pandang. Karena itu, mahasiswa perlu membuka ruang diskusi dan memperluas wawasan agar mampu memahami persoalan bangsa secara lebih objektif.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut mengajak lingkungan di sekitarnya untuk memahami berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai generasi muda yang mampu memberikan gagasan dan kontribusi bagi masyarakat.

Di sisi lain, Riki Mufli Pratama menyoroti kebiasaan generasi muda yang semakin dekat dengan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi pemuda untuk memperoleh informasi, tetapi perlu diimbangi dengan aktivitas yang dapat membangun kemampuan sosial dan intelektual.

Riki mengatakan saat ini masih terdapat mahasiswa yang kurang aktif mengikuti organisasi di lingkungan kampus. Padahal, organisasi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta membangun kepedulian terhadap kondisi bangsa.

“Pemuda-pemudi sekarang banyak bermain media sosial. Kita melihat di kampus kurangnya berorganisasi. Karena itu, GMPK merangkul pemuda-pemudi mengenai kondisi Indonesia saat ini,” kata Riki.

Menurut Riki, keterlibatan pemuda dalam organisasi menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran kebangsaan. Melalui organisasi, mahasiswa dan pelajar dapat bertemu dengan berbagai latar belakang, bertukar pemikiran, serta belajar menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Para narasumber sepakat bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa dan pelajar tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta persoalan yang dihadapi bangsa.

Penggunaan media sosial juga diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperoleh informasi, menyampaikan gagasan, dan membangun gerakan positif. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat menjadi peluang bagi pemuda untuk memberikan kontribusi yang lebih luas.

Melalui semangat kebangsaan dan keterlibatan aktif dalam organisasi, generasi muda diharapkan mampu mengubah keresahan menjadi gagasan serta gagasan menjadi tindakan nyata. Mahasiswa dan pelajar pun diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi yang kritis, peduli, dan bertanggung jawab dalam menentukan masa depan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....