Kabut Asap Karhutla Mengintai, Ini Panduan Aman Naik Motor dari Expert

  • 24 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan menyebabkan jarak pandang menurun dan mengganggu keselamatan berkendara sepeda motor.
  • Astra Motor Sumsel mengingatkan pengendara untuk memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan di tengah kabut asap.
  • Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan dan keputusan berkendara dengan kondisi lingkungan yang terbatas visibilitasnya untuk menghindari kecelakaan.

RRI.CO.ID, Palembang - Kabut asap mulai mengganggu perjalanan? Jangan asal gas, Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan membuat pengguna sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama karena jarak pandang dapat menurun.

Astra Motor Sumsel mengimbau pengendara untuk memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan. Pengendara juga diminta menyesuaikan kecepatan dan keputusan berkendara dengan kondisi lingkungan.

Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, mengatakan kabut asap membutuhkan perhatian lebih karena dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan. “Dalam kondisi udara yang dipenuhi asap, pengendara perlu lebih berhati-hati karena jarak pandang bisa menjadi terbatas. Jangan memaksakan diri untuk berkendara apabila kondisi tubuh sudah tidak fit atau situasi di jalan dirasa tidak aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata Fathan dalam siaran pers yang diterima RRI, Minggu, 23 Agustus 2026.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi fisik. Pengendara yang merasa pusing, lemas, sesak, atau mengalami keluhan lainnya disarankan tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan dan segera mencari tempat aman untuk beristirahat.

Selain kondisi tubuh, kendaraan juga perlu diperiksa sebelum digunakan. Astra Motor Sumsel mengingatkan pengendara untuk menerapkan pemeriksaan sederhana dengan prinsip BARELABA, yakni memastikan BAn, REm, LAmpu, dan BAhan Bakar dalam kondisi baik dan mencukupi.

Perlengkapan berkendara juga tetap harus digunakan secara lengkap. Pengendara dianjurkan memakai helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Untuk membantu mengurangi paparan partikel halus dari kabut asap, respirator N95 yang terpasang dengan tepat juga dapat digunakan.

Saat berada di jalan dengan jarak pandang terbatas, pengendara disarankan menyalakan lampu agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Kecepatan juga perlu dikurangi dan jarak aman dengan kendaraan di depan diperlebar untuk memberikan waktu antisipasi yang lebih baik.

Jika kabut asap semakin tebal dan jarak pandang semakin terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan. Begitu pula ketika tubuh mulai merasa sesak atau tidak nyaman, segera menepi di lokasi yang aman dan melanjutkan perjalanan setelah kondisi memungkinkan.

Fathan juga mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, terutama ketika kondisi lingkungan sedang tidak mendukung.

“Intinya, jangan sampai mengejar waktu tetapi mengabaikan keselamatan. Kalau kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman sampai kondisi kembali memungkinkan,” tutup Fathan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....