HP Lemot, Ini Penyebabnya

  • 23 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Baru setahun dipakai, tapi HP sudah mulai ngelag? Kondisi ini ternyata tidak selalu berarti perangkat sudah rusak atau kualitasnya buruk. Kebiasaan penggunaan sehari-hari justru bisa menjadi salah satu faktor yang membuat performa smartphone menurun. Merangkum dari laman Erafone.com, ada sejumlah kebiasaan yang dapat membuat HP terasa lebih lambat meski usia pemakaiannya masih tergolong muda. Salah satunya adalah membiarkan ruang penyimpanan hampir penuh karena terlalu banyak foto, video, dokumen, maupun aplikasi.

Storage yang hampir penuh membuat sistem memiliki ruang yang lebih terbatas untuk menyimpan data sementara dan menjalankan berbagai proses. Karena itu, pengguna disarankan rutin memeriksa kapasitas penyimpanan dan menghapus file yang sudah tidak diperlukan.

Kebiasaan berikutnya adalah jarang melakukan restart. Me-restart dapat membantu sistem memuat ulang berbagai proses dan mengatasi sejumlah gangguan kecil, seperti aplikasi yang tidak responsif atau sistem yang terasa berat.

Selain file, terlalu banyak aplikasi juga dapat membebani perangkat. Aplikasi yang sudah tidak digunakan sebaiknya dihapus agar ruang penyimpanan lebih lega dan sumber daya perangkat tidak terbebani oleh aplikasi yang sebenarnya tidak diperlukan.

Penggunaan HP secara intens hingga mengalami overheat juga perlu diperhatikan. Aktivitas seperti bermain gim dalam waktu lama, streaming, editing video, atau menggunakan HP ketika sedang mengisi daya dapat meningkatkan suhu perangkat. Ketika suhu terlalu tinggi, sistem dapat menurunkan performa prosesor melalui mekanisme thermal throttling.

Masalah lainnya adalah penumpukan cache. Cache memang membantu aplikasi menyimpan data sementara agar dapat dibuka lebih cepat, tetapi jika menumpuk dan ruang penyimpanan mulai terbatas, performa perangkat bisa ikut terdampak.

Pengguna juga perlu memperhatikan aplikasi yang berjalan di background. Aktivitas seperti sinkronisasi data, pengecekan notifikasi, dan pembaruan informasi dapat menggunakan RAM, CPU, baterai, serta koneksi internet. Membatasi aktivitas background dari aplikasi yang jarang digunakan dapat membantu mengurangi beban perangkat.

Terakhir, jangan mengabaikan pembaruan sistem operasi, update tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga dapat berisi perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan optimalisasi sistem. Karena itu, perangkat yang masih baru pun tetap perlu mendapatkan pembaruan resmi selama masih didukung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....