Riko Saputra Juarai Lomba Logo Museum Sumsel Lewat Sentuhan Budaya

  • 22 Jul 2026 19:35 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Desainer grafis asal Palembang, Rikho Syahputra, berhasil meraih juara pertama pada Lomba Desain Logo Museum Negeri Sumatera Selatan Tahun 2026. Karyanya dipilih dewan juri karena dinilai mampu merepresentasikan sejarah dan budaya Sumatera Selatan dalam tampilan yang modern dan mudah dikenali masyarakat.

Rikho mengatakan konsep logonya berangkat dari identitas yang sudah melekat dengan Sumatera Selatan, yakni Rumah Limas dan motif songket. Kedua elemen tersebut kemudian dipadukan dengan artefak serta prasasti yang menjadi koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan sehingga membentuk satu identitas visual yang utuh.

"Saya ingin logo ini cepat dikenal masyarakat. Karena itu saya memilih Rumah Limas dan songket sebagai identitas utama, lalu menggabungkannya dengan koleksi museum," katanya, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, proses pembuatan logo memakan waktu sekitar satu bulan. Selama proses kreatif, Rikho membuat beberapa alternatif desain, kemudian melakukan evaluasi bersama rekan-rekan desainer sebelum menentukan karya terbaik untuk diikutsertakan dalam perlombaan.

Desainer grafis yang berprofesi di Palembang itu menilai perkembangan dunia desain di Sumatera Selatan semakin pesat. Menurutnya, banyaknya peserta yang mencapai 111 orang menjadi bukti tingginya minat dan potensi desainer lokal.

"Saya mengapresiasi Museum Negeri Sumatera Selatan yang telah mengadakan lomba ini. Kegiatan seperti ini membuat kami para desainer lokal tergerak untuk berkarya dan berkontribusi bagi daerah," ujarnya.

Rikho berharap logo pemenang nantinya dapat menjadi identitas resmi Museum Negeri Sumatera Selatan sekaligus memperkuat citra museum sebagai destinasi edukasi dan pelestarian budaya yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasasional.

Sementara itu, salah satu finalis lima besar, Stevanie Jeremia B, mengaku tidak menyangka karyanya berhasil masuk jajaran terbaik. Desainer grafis yang akrab disapa Stevi itu menyebut proses penyusunan konsep telah dilakukan sejak Januari 2026 dan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga mencapai hasil akhir.

Berbeda dengan peserta lain yang menonjolkan bentuk Rumah Limas, Stevi mengusung konsep jendela pengetahuan. Ia membagi desain ke dalam empat bidang yang melambangkan berbagai aset Museum Negeri Sumatera Selatan sebagai ruang untuk mengenal sejarah dan budaya.

“Saya berharap semakin banyak kompetisi desain grafis digelar di Sumatera Selatan agar menjadi wadah bagi talenta kreatif sekaligus memperkenalkan budaya daerah melalui karya visual yang inovatif,” harapnya.

Kreativitas desainer muda Sumatera Selatan mewarnai Lomba Desain Logo Museum Negeri Sumatera Selatan Tahun 2026. Para peserta menghadirkan beragam konsep yang memadukan unsur sejarah, budaya, dan identitas daerah sebagai wajah baru museum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....