Satu Dekade Gerakan Polsri Mengabdi, Bina Pendidikan Tertinggal di Sumsel
- 18 Jul 2026 04:35 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Gerakan Polsri Mengabdi telah menjalankan misi sosial kemasyarakatan selama satu dekade sejak tahun 2016.
- Organisasi ini berfokus pada isu pendidikan dan pemberdayaan desa tertinggal di Sumatera Selatan.
- GPM awalnya dibentuk sebagai program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa Polsri.
RRI.CO.ID, Palembang - Gerakan Polsri Mengabdi (GPM) telah menjalankan misi sosial kemasyarakatan selama satu dekade sejak 2016. Organisasi ini fokus pada isu pendidikan dan desa tertinggal di Sumatera Selatan.
Ketua Umum GPM, Mauluddin Abu Salam, mengatakan organisasi ini awalnya dibentuk sebagai program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Polsri. Hal itu ia ungkapkan dalam program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Selasa, 14 Juli 2026.
"Dilatarbelakangi terbentuknya GPM karena keprihatinan kita atas desa ataupun pendidikan yang tertinggal," ujar Mauluddin. Ia menyebut fokus tersebut khususnya menyasar wilayah Sumatera Selatan yang masih kurang terjangkau akses pendidikan.
Saat ini GPM tercatat memiliki sekitar 130 anggota aktif yang tersebar dalam lima divisi. Divisi tersebut meliputi Pendidikan, PSDM, Humas, Media Informasi, dan Teknologi.
Wakil Ketua Umum GPM, Richo Ade Dwikhalyani, menyebut organisasi ini menggunakan parameter wilayah 3T dalam menentukan lokasi pengabdian. Parameter tersebut mencakup daerah yang masih kurang mendapat perhatian dari segi sekolah maupun infrastruktur desa.
"Sebelum kami menentukan desa ataupun sekolah binaan, kami sudah survei dari beberapa tempat," katanya. Ia menegaskan proses penentuan lokasi binaan dilakukan melalui diskusi dan tidak diputuskan secara sepihak.
Kepala Divisi Pendidikan GPM, Saniyah Nusratina, menjelaskan program pengajaran saat ini berpusat di SD Muhammadiyah 13 Palembang, Kecamatan Kertapati. Sekolah tersebut menjadi binaan resmi GPM selama satu periode kepengurusan.
"SD binaan itu merupakan SD yang kami melakukan kegiatan di sana selama satu tahun ke depan," ujarnya. Ia menyebut kegiatan pengajaran dilakukan rutin setiap Sabtu dengan materi akademik dan non-akademik.
Selain fokus pada pendidikan, GPM turut menjalankan program sosial kemasyarakatan lain seperti pembagian sembako dan kunjungan panti asuhan. Program tersebut didanai melalui skema donasi bernama Gerakan Sehari Seribu Rupiah.
GPM berharap dapat terus memperluas dampak sosial dan pendidikan bagi masyarakat tertinggal di Sumatera Selatan. Organisasi ini turut membuka peluang kolaborasi dengan pihak sponsor maupun donatur untuk mendukung keberlangsungan program pengabdian mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....