Ketua FORMAKIP UIN Palembang Sentil Mahasiswa Penerima KIP Kuliah
- 12 Jul 2026 14:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- FORMAKIP menyayangkan sikap sebagian mahasiswa yang hanya aktif saat pencairan dana KIP Kuliah, padahal ada amanah besar negara yang harus dipertanggungjawabkan.
- Setahun berjalan, kepengurusan baru memprioritaskan pelatihan menulis karya ilmiah dan penguasaan bahasa asing guna mendorong prestasi akademik tingkat nasional.
- Organisasi ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa aktif pemegang KIP Kuliah untuk mengasah soft skill, manajemen waktu, dan memperluas jaringan antarkampus.
RRI.CO.ID, Palembang - Menjadi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bukan sekadar tentang menerima bantuan finansial dari negara. Ada tanggung jawab moral dan amanah besar yang melekat pada setiap mahasiswa untuk berkontribusi nyata melalui prestasi akademik maupun nonakademik.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Forum Mahasiswa KIP (FORMAKIP) UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Rivaldo, saat menjadi narasumber dalam acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 7 Juli 2026.
Rivaldo menyoroti salah satu tantangan terbesar yang dihadapi organisasi saat ini, yaitu rendahnya kesadaran sebagian penerima beasiswa untuk terlibat aktif.
"Tantangan utama adalah kurangnya kesadaran dari penerima beasiswa KIP untuk berkontribusi. Jangan hanya muncul saat proses pencairan dananya saja, tetapi ada amanah yang dipegang untuk mengenal hal detail, untuk apa dan fungsinya seperti apa," ujar Rivaldo.
Di dalam FORMAKIP, mahasiswa dihimpun dalam satu keluarga untuk belajar bersama, mulai dari menyelesaikan tugas kuliah hingga mengembangkan potensi diri. Sebagai wadah resmi, organisasi ini bergerak berdasarkan koridor AD/ART, GBO, dan GBHK untuk memastikan setiap program kerja berjalan terukur.
Memasuki usia kepengurusan yang baru berjalan satu tahun, FORMAKIP kini menitikberatkan programnya pada pelatihan esensial, seperti kemampuan berbahasa dan menulis karya tulis ilmiah. Lewat Departemen Keilmuan, mahasiswa dibimbing agar mampu menghasilkan karya yang siap dikompetisikan di tingkat nasional.
Meski harus pintar membagi waktu antara jadwal kuliah yang padat dan dinamika organisasi, Rivaldo menyebut manfaat yang didapat sangat sepadan. Selain mengasah kemampuan literasi, mahasiswa juga diajak terjun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk rasa syukur atas bantuan pendidikan yang mereka terima.
Pintu organisasi ini, lanjut Rivaldo, selalu terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa aktif pemegang KIP Kuliah di UIN Raden Fatah Palembang. Syarat utamanya sederhana: mau berkomitmen dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Langkah ini penting agar penyaluran uang negara tepat sasaran dan menghasilkan generasi yang berdaya saing.
Melalui kolaborasi eksternal, FORMAKIP juga terus memperluas jaringan dengan forum serupa di berbagai daerah, salah satunya dengan UIN Fatmawati Bengkulu. Jaringan luas ini diharapkan menjadi modal penting saat mahasiswa lulus nanti.
"Diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan Forum ini untuk terus belajar dengan mengembangkan isi pikiran kita, membangun relasi, menyatukan berbagai pendapat masing-masing secara musyawarah, dan meningkatkan soft skill untuk bekal saat masuk ke dunia kerja," kata Rivaldo menutup dialog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....