Gaya Hidup Konsumtif dalam Budaya Belanja Tahun Ajaran Baru

  • 27 Jun 2026 11:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Masyarakat sering menjadikan liburan tahun ajaran baru sebagai momen belanja perlengkapan sekolah baru. Kebiasaan membeli alat sekolah baru setiap tahun ternyata sering dikaitkan dalam gaya hidup konsumtif.

Survei Deloitte Insight tahun 2025 mengungkapkan, salah satu pengeluaran terbesar orang tua dalam setahun adalah belanja tahun ajaran baru. Selain itu, banyak orang tua millenial dan Gen Z yang menggunakan media sosial sebagai referensi pembelian.

Sebanyak enam puluh persen orang tua partisipan survei mengatakan bahwa keinginan anak-anak turut berpengaruh dalam peningkatan pengeluaran. Barang yang dibeli mencakup alat tulis, sepatu, dan tas baru, terlebih jika ada tren atau gaya baru yang populer.

Ternyata, tren tahun ajaran baru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya konsumtif anak-anak sejak usia dini. Mengutip dari laman Concordia University, penyebabnya adalah struktur kognitif anak masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap pengaruh eksternal.

Saat melihat iklan di TV atau internet, anak-anak tidak menyadari bahwa pemeran atau figur publik hanya dibayar untuk mempromosikan suatu produk. Tak hanya itu, remaja pun dapat terpengaruh karena mereka sedang membentuk identitasnya dan rentan terhadap tekanan sosial untuk memenuhi standar tertentu.

Tak hanya itu, kebiasaan membeli alat sekolah baru setiap tahun juga berpengaruh pada lingkungan serta perubahan iklim. Artikel yang dimuat Learning Buddies Network menyatakan bahwa kebiasaan ini dapat merugikan secara finansial maupun lingkungan.

Pembelian perlengkapan sekolah baru disebut sebagai pemborosan dari barang lama yang sebenarnya masih dapat digunakan. Barang bekas seperti pena, pensil, produk kertas, tas, dan perlengkapan lainnya turut berdampak pada jumlah limbah yang dibuang.

Oleh karena itu, belanja tahun ajaran baru memerlukan pertimbangan dan kesadaran yang sehat dari masyarakat. Dengan mengutamakan kebutuhan, tahun ajaran baru tidak akan menjadi ajang pemborosan dan ikut tren semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....