Makna Hijriyah dalam Peradaban Islam
- 15 Jun 2026 20:58 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Tahun Hijriyah menjadi penanda penting perjalanan sejarah umat Islam sejak masa Rasulullah SAW. Penanggalan tersebut dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Hal itu disampaikan Ustaz H. Sarmuji Marzuki, LC, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Musi Banyuasin, dalam program Mutiara Pagi, Selasa, 9 Juni 2026. Pembahasan mengulas makna Hijriyah serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam saat ini.
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi titik awal berkembangnya peradaban Islam di Madinah. Momentum tersebut kemudian dijadikan dasar penanggalan kalender Hijriyah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Dalam dialog tersebut dijelaskan, makna hijrah tidak hanya berpindah secara fisik semata. Hijrah juga berarti meninggalkan perilaku buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah.
“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi meninggalkan hal yang dilarang Allah,” ujarnya. Perubahan tersebut mencakup aspek spiritual, sosial, pendidikan, hingga kehidupan ekonomi umat.
Nilai Hijriyah dinilai tetap relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Perubahan pola pikir, lingkungan pergaulan, serta peningkatan kualitas ibadah menjadi bagian hijrah sehari-hari.
Momentum Tahun Baru Islam juga dinilai penting sebagai sarana refleksi diri bagi umat Islam. Pergantian tahun menjadi pengingat memperbaiki kualitas kehidupan spiritual dan sosial secara bertahap.
Melalui pemaknaan Hijriyah, umat Islam diajak terus melakukan perubahan menuju kehidupan lebih baik. Semangat memperbaiki diri dinilai menjadi bagian penting membangun peradaban Islam yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....