Peran Sanggar Sastra bagi Sastra dan Dakwah

  • 15 Jun 2026 14:42 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Keberadaan Sanggar Sastra tidak terlepas dari sosok pendirinya Almarhum Buya Zainal Abidin Hanif juga RRI Palembang yang sudah sejak awal menjadi rumah bagi aktivitas sastra dan dakwah.
  • Perayaan enam dekade ini akan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan optimisme sastra daerah.
  • Diharapkan Sanggar Sastra akan tetap menjadi rumah bagi para penyair dan pecinta sastra dan usia 60 tahun bukanlah akhir perjalanan tetapi awal untuk melangkah lebih jauh, terus bersuara karena dunia masih membutuhkan puisi,"

RRI.CO.ID, Palembang - Keberadaan Sanggar Sastra tidak terlepas dari sosok pendirinya Almarhum Buya Zainal Abidin Hanif juga RRI Palembang yang sudah sejak awal menjadi rumah bagi aktivitas sastra dan dakwah. Hal ini dijelaskan Rita Sumarni Redaktur Sanggar Sastra ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komuitas Sanggar Sastra di Studio RRI Palembang, Senin 8 Juni 2026.

Rita menerangkan perjalanan enam dekade sanggar sastra menjadi bukti konsistensi dalam menjaga tradisi sastra di tengah perkembangan zaman. Banyak deklamator dan pecinta sastra tumbuh dan berkembang sejak 4 Juni 1966.

Sanggar Sastra didirikan Buya Zainal Abidin masih berstatus pelajar dan punya cita cita menyediakan wadah bagi pecinta sastra. Keinginan ini terwujud lewat perjuangan panjang sampai resmi berdirinya Sanggar Sastra.

"Sanggar Sastra banyak melahirkan talenta berprestasi di bidang puisi melalui lomba tingkat daerah hingga Nasional juga dalam penulisan sastra," tegas Rita.

Melalui Sanggar Sastra mengajarkan bagaimana kemampuan memahami makna karya sastra secara mendalam. Sehingga setiap anggota dimotivasi untuk mampu menginterpretasikan pesan dengan karya yang dibacakan.

Salah satu puisi karya Buya Senja di Jembatan Ampera dibacakan penuh makna. Menggambarkan denyut pembangunan Kota Palembang dan kecintaan penyair terhadap daerah kelahirannya.

Rita menambahkan peringatan 60 tahun Sanggar Sastra akan dimeriahkan lomba baca puisi tingkat SMA dan Mahasiswa. Bertujuan untuk melahirkan deklamator dan deklamatris muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan sastra di masa depan.

Perayaan enam dekade ini akan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan optimisme sastra daerah. Sekaligus mengenang jasa para pendiri Sanggar Sastra juga menjadi ruang kreatif bagi lahirnya karya penuh makna.

"Diharapkan Sanggar Sastra akan tetap menjadi rumah bagi para penyair dan pecinta sastra dan usia 60 tahun bukanlah akhir perjalanan tetapi awal untuk melangkah lebih jauh, terus bersuara karena dunia masih membutuhkan puisi," pesan Rita menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....