ALSA LC Unsri Hadirkan Hidroponik Berkelanjutan di Pemulutan
- 24 Mei 2026 10:29 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - ALSA LC Unsri melalui Social Event Division kembali melanjutkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan ALSA Social Project Volume 2 yang dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian ALSA Social Project 2026 yang mengusung tagline “Sustainable Living for a Resilient Community”.
Pada volume kedua ini, ALSA LC Unsri mengangkat tema “Think Legally, Grow Sustainably” sebagai bentuk dorongan terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan lingkungan sekaligus peningkatan kesadaran hukum masyarakat desa. Program ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa Agronomi Universitas Sriwijaya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, serta ALSA Legal Aid Team. Kolaborasi lintas sektor tersebut bertujuan menghadirkan pendekatan multidisipliner yang tidak hanya membahas pertanian berkelanjutan, tetapi juga pentingnya legalitas dalam pengelolaan lahan dan usaha pertanian masyarakat.
ALSA Social Project Volume 2 menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Yosi Utami, S.P., MPP., MAP, perwakilan ALSA Legal Aid Team Karenina Fernandya, serta Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agronomi Universitas Sriwijaya Nikola Saputra Dinata.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi seminar mengenai pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, edukasi hukum terkait pengelolaan lahan dan usaha pertanian, hingga workshop praktik hidroponik sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai pemanfaatan lahan secara ramah lingkungan serta pendampingan awal dalam pengembangan sistem hidroponik sederhana.
Team Leader ALSA Social Project 2026, Muhammad Adibtyo, menyampaikan bahwa ALSA Social Project Volume 2 merupakan bentuk pengembangan dari program sebelumnya yang telah memperkenalkan budidaya ikan dalam ember atau BUDIKDAMBER kepada masyarakat. “Pada ALSA Social Project Volume 2 ini, kami mengembangkan konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya dengan memanfaatkan pengolahan lele dan sistem hidroponik yang saling terintegrasi. Air dari budidaya lele dapat dimanfaatkan untuk memenuhi nutrisi tanaman hidroponik, sementara tanaman juga membantu menjaga kualitas air bagi ikan lele. Melalui konsep ini, masyarakat dapat langsung menerapkannya karena lebih efisien, ramah lingkungan, serta memiliki manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” kata Adibtyo kepada RRI Palembang.
Menurutnya, konsep integrasi antara budidaya lele dan hidroponik tersebut menjadi salah satu inovasi yang dapat diterapkan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan secara lebih optimal. Selain mudah diterapkan, sistem tersebut juga dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis keberlanjutan. ALSA LC Unsri berharap program ini mampu memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan model pemberdayaan desa yang adaptif terhadap tantangan lingkungan dan ketahanan pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....