Rasa Khawatir Bisa Diredakan dengan Berserah Diri

  • 21 Mei 2026 20:57 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Rasa khawatir dan cemas menjadi persoalan yang sering dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan agar perasaan tersebut dikelola dengan tawakal dan mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.

Hal itu disampaikan Pendiri Pondok Pesantren Tadabur Al’Quran, Ustaz Imron Taslim, dalam Dialog Mutiara Pagi, Selasa, 19 Mei 2026. Menurutnya, rasa takut terhadap penilaian manusia menjadi salah satu sumber kecemasan terbesar.

“Kekhawatiran manusia itu salah satunya takut dijatuhkan oleh manusia lainnya,” ujarnya. Ia menilai banyak orang terlalu memikirkan pandangan dan perlakuan orang lain terhadap dirinya.

Ustaz Imron menjelaskan cara terbaik mengatasi rasa khawatir ialah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Manusia diminta menyadari bahwa setiap kejadian terjadi atas izin dan ketetapan-Nya.

“Untuk menghilangkan kekhawatiran itu kita harus memastikan sebuah kejadian terjadi karena Allah,” katanya. Menurutnya, hati akan menjadi lebih tenang ketika segala persoalan dikembalikan kepada Allah SWT.

Selain persoalan hubungan sosial, urusan rezeki juga sering memicu kecemasan dalam kehidupan manusia. Banyak orang merasa takut terhadap masa depan dan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Rezeki itu sudah ada takarannya, jadi jangan terlalu khawatir,” tuturnya. Ia menegaskan setiap manusia telah memiliki ketentuan rezeki masing-masing dari Allah SWT.

Ustaz Imron juga menyinggung persoalan sakit dan kesulitan hidup yang sering membuat seseorang kehilangan ketenangan. Menurutnya, ujian hidup merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

“Terkadang orang banyak khawatir dengan sakit, padahal kita ini pasti ada ujiannya,” ujarnya. Ia mengingatkan pentingnya kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dalam Islam, konsep qadar dan tawakal menjadi dasar untuk membangun ketenangan jiwa. Seseorang tetap diwajibkan berusaha, namun hasil akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Pemahaman tersebut dinilai mampu membantu menjaga kesehatan mental dan ketenangan batin masyarakat. Dengan hati yang lebih tenang, seseorang dapat menjalani kehidupan secara lebih bijak dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....