Beberapa Perkara Sunah yang Menyempurnakan Ibadah Kurban

  • 14 Mei 2026 23:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan tapi bentuk ketakwaan, keikhlasan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah.
  • Bulan Dzulhijah sebagai bulan istimewa yang penuh dengan amalan mulia salah satunya ibadah kurban.
  • Perkara sunah yang penting lainnya memperlakukan hewan kurban dengan baik sebelum disembelih

RRI.CO.ID, Palembang - Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan tapi bentuk ketakwaan, keikhlasan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah. Hal ini dijelaskan Ustaz Ahmad Syafery guru dan pendakwah ketika menjadi narasumber acara Mimbar Agama Islam di Studio Pro 1 RRI Palembang, Kamis, 7 Mei 2026.

Ustaz Ahmad Syafery menerangkan bulan Dzulhijah sebagai bulan istimewa yang penuh dengan amalan mulia salah satunya ibadah kurban. Ibadah kurban punya Keutamaan besar di sisi Allah karena itu dianjurkan umat muslim untuk memperhatikan beberapa sunah agar ibadah kurban menjadi lebih sempurna dan penuh keberkahan.

Perkara sunah tersebut diantaranya menahan diri dari memotong rambut, kuku dan bulu tubuh sejak 1 Dzulhijah sampai hewan kurban disembelih. Hal ini bagi mereka yang akan berniat melakukan ibadah kurban.

"Sunah atau larangan tersebut agar semua jasad menerima rahmat dan ampunan Allah saat hewan disembelih sama halnya dalam hadis Rasulullah yang menganjurkan hal tersebut bagi yang berkurban," tegasnya.

Sunah berikutnya adalah menyembelih hewan kurban sendiri jika mampu melakukannya. Namun jika tidak punya kemampuan dianjurkan menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban.

Ustaz juga menambahkan yang berkurban disunahkan membaca doa yang artinya memohon agar Allah menerima ibadah kurban yang dilaksanakan tersebut. Kemudian yang berkurban disunahkan untuk memakan sebagian daging kurban agar mendapatkan keberkahan dari hewan kurban tersebut.

Sementara masih banyak masyarakat yang kurang paham bahwa yang berkurban tidak boleh memakan daging kurban. Padahal larangan tersebut hanya berlaku pada kurban tertentu seperti kurban nazar yang hukum wajib.

Ustaz mengingatkan pada panitia kurban untuk memisahkan daging setiap hewan kurban. Hal ini agar yang berkurban benar benar menerima bagian dari hewan kurban milik sendiri.

Perkara sunah yang penting lainnya memperlakukan hewan kurban dengan baik sebelum disembelih. Dianjurkan untuk memberi makan dan minum yang cukup agar hewan tidak stres dan memilih alat penyembelih yang tajam agar mengurangi rasa sakit pada hewan kurban dan menjaga daging kurban tetap baik.

"Diharapkan umar Islam dapat melakukan ibadah kurban sesuai tuntunan syariat dengan menjalankan perkara sunah agar ibadah kurban menjadi lebih sempurna dan bernilai dimata Allah," pesan Ustaz Syafery menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....