Merubah Nasib lewat Kebajikan Dhamma
- 13 Mei 2026 10:30 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kebajikan dalam ajaran Dhamma diyakini dapat membantu seseorang memperbaiki kualitas kehidupannya. Perubahan nasib disebut dapat terjadi melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan yang baik.
Mimbar Agama Buddha Pro 1 RRI Palembang kembali menghadirkan pembahasan mengenai kehidupan menurut ajaran Buddha. Tema yang diangkat kali ini membahas cara mengubah nasib melalui kebajikan dan hukum karma.
Penyuluh Agama Buddha, Suratmi, menjelaskan kehidupan manusia bersifat tidak kekal dan selalu berubah. Hal tersebut disampaikannya dalam Mimbar Agama Buddha bersama Pro 1 RRI Palembang, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, nasib merupakan hasil dari kumpulan perbuatan baik maupun buruk yang pernah dilakukan seseorang. Setiap tindakan manusia diyakini akan memberikan buah sesuai hukum karma dalam ajaran Buddha.
"Kebiasaan melakukan kebaikan disebut dapat menjadi tabungan karma baik bagi kehidupan mendatang. Kebajikan kecil juga dinilai tetap memiliki manfaat besar bagi kehidupan seseorang," ungkapnya.
Umat Buddha juga diajak rutin datang ke vihara untuk memperbanyak jasa kebajikan sehari-hari. Meditasi, membaca parita, dan mendengarkan Dhamma dinilai membawa ketenangan bagi batin manusia.
"Karma memiliki peran penting dalam kehidupan setiap manusia. Karma diyakini dapat memengaruhi kondisi kehidupan sesuai perbuatan yang pernah dilakukan," tambah Suratmi.
Masyarakat juga diajak menjaga pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam kehidupan sosial sehari-hari. Perbuatan baik diharapkan mampu membawa kebahagiaan serta manfaat bagi diri sendiri dan sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....