Literasi Jadi Ruang Anak Muda Jaga Budaya Bangsa
- 11 Mei 2026 07:23 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID,Palembang - Di tengah derasnya arus budaya global dan perkembangan media digital, generasi muda di Sumatera Selatan mulai menjadikan literasi sebagai ruang menjaga identitas kebangsaan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan membaca, menulis, mendongeng, hingga mengangkat kembali nilai budaya lokal melalui konten kreatif.
Fenomena itu terlihat dari meningkatnya aktivitas komunitas literasi di Sumatera Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Data Dinas Perpustakaan Sumsel mencatat terdapat 142 komunitas literasi aktif dengan mayoritas anggota berusia 15 hingga 30 tahun.
Kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut tidak hanya sebatas membaca buku di perpustakaan. Mereka juga aktif menggelar bedah karya sastra, kelas penulisan aksara Kaganga, hingga membuat zine tentang kuliner pempek beserta nilai filosofisnya.
Semangat menjaga identitas budaya melalui literasi turut disampaikan Agus Azhar Ma'arif Umpuna Alam dalam Dialog Kita Indonesia, Kamis, 7 Mei 2026. Ia mengaku perjalanan literasinya dimulai saat dipercaya menjadi Duta Bahasa Sumsel 2024.
Menurut Azhar, pengalaman tersebut membuka pemahamannya tentang pentingnya menjaga identitas bangsa melalui bahasa Indonesia. Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar mempertahankan jati diri bangsa di tengah globalisasi.
Ia menjelaskan, program Duta Bahasa memiliki tiga pilar utama yang terus disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satu fokus terpenting ialah menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional.
Selain bahasa Indonesia, Azhar juga menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Saat menjadi Duta Bahasa, ia turut mengangkat bahasa Melayu dialek Palembang dalam berbagai kegiatan edukasi.
“Bahasa daerah merupakan identitas budaya yang harus terus dirawat. Jangan sampai generasi muda kehilangan kedekatan dengan bahasa daerahnya sendiri,” ujarnya.
Sebagai Duta Baca di UIN Raden Fatah Palembang, Azhar juga aktif mendorong peningkatan minat baca mahasiswa. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengajak mahasiswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan kampus secara lebih optimal.
Ia menegaskan tugas Duta Baca tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun budaya literasi di lingkungan kampus. Menurutnya, budaya membaca dapat memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membentuk pola pikir kritis generasi muda.
Melalui literasi, generasi muda diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dan identitas budaya bangsa. Literasi juga dinilai menjadi sarana penting membangun generasi yang cerdas, adaptif, dan tetap mencintai bahasa serta budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....