Memahami Empat Tipe Pengalaman dalam Marketing
- 30 Apr 2026 16:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemahaman pengalaman kerja menjadi salah satu cara menilai kualitas marketer profesional. Konsep empat kuadran pengalaman dinilai penting dalam dunia pemasaran modern.
Banyak pemilik bisnis kesulitan menilai kemampuan marketer secara objektif. Kondisi ini terjadi karena tidak semua pelaku usaha memiliki latar belakang marketing.
Praktisi marketing Ignatius Suntung menilai marketing sering dianggap bidang yang mudah. Padahal, pekerjaan ini membutuhkan pemahaman strategi dan perilaku konsumen.
“Marketing itu salah satu bidang paling sering dianggap mudah, padahal sebenarnya kompleks,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan dalam tayangan Marketeers TV.
Menurut Ignatius Suntung, profesi marketing tidak memiliki standar baku seperti dokter atau pilot. Hal itu membuat kualitas marketer sangat beragam.
Keberhasilan strategi pemasaran juga tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Dampaknya sering muncul dalam jangka panjang dan sulit diukur secara langsung.
Kajian dari Academy of Marketing Studies menyebut perilaku konsumen menjadi inti pemasaran. Pemahaman terhadap konsumen dinilai menentukan keberhasilan bisnis.
“Consumer behavior is the core of all marketing activities and business survival depends on understanding consumers,” tulis penelitian tersebut. Pernyataan itu menegaskan pentingnya memahami kebutuhan pasar.
Penelitian tersebut menjelaskan keputusan membeli dipengaruhi banyak faktor. Aspek sosial, budaya, dan psikologis ikut menentukan perilaku konsumen.
Ignatius Suntung memperkenalkan konsep empat kuadran pengalaman bagi marketer. Pendekatan ini dinilai membantu melihat kemampuan secara lebih lengkap.
Kuadran pertama adalah marketer profesional atau in-house yang fokus pada eksekusi. Pengalaman ini biasanya kuat dalam operasional dan strategi harian.
Kuadran kedua adalah trainer yang unggul dalam teori dan kerangka berpikir. Namun, tipe ini sering dinilai kurang kuat dalam praktik lapangan.
Kuadran ketiga adalah konsultan yang memiliki banyak referensi lintas industri. Pengalaman tersebut membantu menghasilkan ide dan pendekatan kreatif.
Kuadran keempat adalah pemilik bisnis yang memahami risiko dan keputusan usaha. Perspektif ini dinilai penting untuk melihat marketing dari sisi bisnis.
Menurut Ignatius Suntung, kombinasi empat pengalaman memberi sudut pandang lebih luas. Semakin banyak perspektif, semakin kecil risiko kesalahan strategi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....