Ilmu dan Amal Jadi Kunci Kehidupan Seimbang dalam Islam
- 10 Apr 2026 21:57 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Keseimbangan antara ilmu dan amal menjadi prinsip penting dalam ajaran Islam. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk kehidupan yang bermakna.
Ilmu berperan sebagai penuntun agar setiap perbuatan berjalan sesuai ajaran agama. Sementara amal menjadi bukti nyata dari ilmu yang dimiliki seseorang.
Pendakwah UIN Raden Fattah Palembang, Ustazah Nurhayati Damiri, menyampaikan hal itu dalam Dialog Mutiara Pagi di Palembang, Senin 6 April 2016. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan keduanya.
Menurutnya, ilmu tidak cukup hanya dipahami tanpa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amal menjadi wujud nyata dari pemahaman yang dimiliki.
“Amal itu lahir dari ilmu yang kita punya,” ujarnya. Ia menekankan hubungan erat antara pengetahuan dan praktik dalam kehidupan.
Ia menjelaskan ilmu menjadi bekal penting untuk membedakan antara yang benar dan salah. Tanpa ilmu, seseorang berpotensi keliru dalam bertindak.
“Ilmu membuat kita tahu mana yang benar dan salah, sedangkan amal menjadikan ilmu itu hidup,” tuturnya. Ia menegaskan keduanya harus berjalan beriringan.
Amal saleh tidak harus dalam bentuk besar untuk bernilai. Tindakan sederhana seperti membantu sesama atau berbuat baik tetap memiliki nilai ibadah.
Di tengah kesibukan modern, umat Islam dianjurkan terus menuntut ilmu. Kegiatan seperti membaca Al-Qur’an dan mengikuti kajian menjadi sarana meningkatkan pemahaman.
Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diamalkan dalam bentuk ibadah dan akhlak mulia. Hal ini juga mendorong kontribusi positif dalam kehidupan sosial.
Dengan memperbanyak ilmu dan amal, seorang muslim dapat memperkuat hubungan dengan Tuhan. Selain itu, nilai tersebut juga memberi manfaat bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....