Istiqamah usai Ramadan Jadi Ukuran Keberhasilan Ibadah
- 03 Apr 2026 09:51 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Konsistensi ibadah setelah Ramadan menjadi indikator utama keberhasilan spiritual seorang Muslim. Keberhasilan tidak hanya diukur selama bulan suci, tetapi juga setelahnya.
Hal ini disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Palembang Muhammad Nor dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Rabu 1 April 2026. Ia menilai Ramadan membentuk kebiasaan ibadah dan karakter umat.
Menurutnya, salah satu ciri keberhasilan adalah tetap istiqamah menjalankan puasa sunah setelah Ramadan. Puasa Syawal dan Senin Kamis menjadi bentuk keberlanjutan latihan spiritual.
Selain itu, menjaga salat lima waktu berjemaah juga menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas ibadah. Kebiasaan salat malam selama Ramadan diharapkan tetap berlanjut.
Ustaz Muhammad Nor menekankan pentingnya menjaga interaksi dengan Al-Qur’an secara konsisten setiap hari. “Kalau selama Ramadan kita rajin membaca Al-Qur’an, maka setelahnya harus tetap istiqamah,” ujarnya.
Ia juga menyebut kebiasaan bersedekah harus tetap dijaga meski Ramadan telah berakhir. Sikap berbagi menjadi bagian dari nilai ibadah yang berkelanjutan.
Menurutnya, harta yang dimiliki mengandung hak orang lain yang perlu ditunaikan. Kesadaran ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial umat.
Selain itu, kesabaran yang dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Sikap sabar menjadi kunci menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Melalui kebiasaan tersebut, Ramadan diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi umat Muslim. Nilai ibadah harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan sejati bukan hanya saat Ramadan berlangsung, tetapi ketika nilai-nilainya tetap dijaga setelahnya. Konsistensi menjadi kunci dalam menjaga kualitas keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....