ALSA Local Chapter UNSRI Hadirkan BUDIKDAMBER untuk Desa

  • 25 Feb 2026 21:25 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menunjukkan aksi nyatanya kepada masyarakat melalui penyelenggaraan ALSA Social Project Volume 1. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 22 Februari 2026 pukul 08.00 WIB di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Program ini menjadi langkah awal dari rangkaian pengabdian berkelanjutan yang dirancang sepanjang tahun 2026. Mengusung tagline tahunan Sustainable Living for a Resilient Community, kegiatan ini menegaskan komitmen ALSA dalam mendorong pola hidup berkelanjutan guna membangun ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Pada volume pertama ini, tema yang diangkat adalah Wise Cultivation, Protected Environment, yang diwujudkan melalui Workshop Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER).

Melalui program tersebut, masyarakat Desa Pelabuhan Dalam diperkenalkan pada konsep budidaya lele berbasis rumah tangga yang mudah diterapkan dan ramah lingkungan. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani padi diajak untuk mengintegrasikan budidaya lele dengan pertanian mereka sebagai alternatif sumber pendapatan tambahan. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi desa yang lebih adaptif dan produktif.

Kegiatan ini turut menggandeng International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) LC Universitas Sriwijaya serta Caha Ciya Lele sebagai mitra teknis budidaya. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi bentuk sinergi mahasiswa hukum dan pertanian dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.

Materi teknis dan manajerial BUDIKDAMBER disampaikan oleh Coach Saefullah, S.E., CIHC selaku GM & Business Consultant. Sementara itu, Aisyah selaku Deputy Local Director IAAS LC Unsri memberikan edukasi terkait ketahanan pangan dan praktik budidaya berkelanjutan. Tidak hanya aspek teknis, Sheren Devillia Rasyah dari ALSA Legal Aid Team juga menghadirkan edukasi mengenai legalitas usaha mikro dan perlindungan hukum bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa workshop, tetapi juga talkshow interaktif, konsultasi hukum gratis, hingga creativity workshop bersama anak-anak desa. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi bentuk aksi sosial yang menyentuh berbagai lapisan, mulai dari pelaku usaha hingga generasi muda.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi peningkatan keterampilan budidaya lele berbasis rumah tangga, terbentuknya model integrasi pertanian padi dan perikanan, optimalisasi pemanfaatan sumber daya air dan lahan, serta meningkatnya kesadaran hukum pelaku usaha kecil.

Team Leader ALSA Social Project 2026, Muhammad Adibtyo, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan berkelanjutan. “Kami ingin ALSA tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak nyata. Melalui BUDIKDAMBER, kami berharap masyarakat bisa mandiri secara ekonomi sekaligus memahami aspek hukum usahanya,” kata Adibtyo.

Kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 dengan tema berbeda, namun tetap berada dalam payung besar komitmen membangun ketahanan masyarakat secara konsisten dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....