Kecerdasan Emosional Kunci Utama Kepemimpinan Efektif

  • 29 Jan 2026 13:23 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kecerdasan emosional akan menjadi kemampuan manusia yang tidak tergantikan di masa depan. Pakar psikologi Daniel Goleman menegaskan kecerdasan emosional lebih menentukan kesuksesan pemimpin dibanding kecerdasan intelektual.

Goleman, penulis buku "Emotional Intelligence" yang menjadi bestseller internasional, menjelaskan kecerdasan emosional terdiri dari empat domain utama. Domain tersebut meliputi kesadaran diri, pengelolaan emosi, kesadaran sosial, dan manajemen hubungan.

"IQ memprediksi seberapa baik Anda akan sukses di sekolah dan berapa gaji yang bisa Anda dapatkan," kata Goleman. "Namun begitu Anda berada di profesi tertentu, semua orang seberada pintar dengan Anda, di situlah kecerdasan emosional berperan."

Penelitian di Yale School of Management menunjukkan emosi bersifat menular dari pemimpin ke tim. Pemimpin dengan mood positif meningkatkan performa tim, sementara mood negatif menurunkan produktivitas secara signifikan.

Goleman menekankan kecerdasan emosional dapat dipelajari sepanjang hidup berbeda dengan IQ yang sulit berubah. Proses pembelajaran dimulai dengan mengidentifikasi kelemahan, membuat upaya intensional, dan melatih perilaku baru hingga menjadi kebiasaan otomatis.

"Ini seperti menyilangkan tangan dengan cara baru, awalnya tidak nyaman tapi dengan latihan akan menjadi kebiasaan," ujar Goleman menggambarkan proses perubahan perilaku. "Dengan mendengarkan orang lain sampai selesai sebelum berbicara, Anda melatih empati yang lebih baik."

Salah satu masalah umum kecerdasan emosional adalah kebiasaan mendengar yang buruk. Banyak orang memotong pembicaraan karena terlalu fokus pada apa yang ingin disampaikan, bukan mendengarkan lawan bicara.

Pemimpin yang dibenci umumnya rendah kecerdasan emosionalnya, tidak bisa mengelola emosi dan tidak berempati. Sebaliknya, pemimpin yang dicintai membuat karyawan merasa terinspirasi, termotivasi, dan didukung untuk memberikan performa terbaik.

Goleman mencontohkan Goen Brown, sopir bus di New York yang memperlakukan penumpang sebagai bagian dari jemaatnya. Brown berhasil mengubah suasana bus dari yang suram menjadi ceria hanya dengan keramahan dan perhatian tulus.

"Dia memiliki tujuan yang jauh lebih besar dari sekadar mengantarkan penumpang tepat waktu," kata Goleman tentang Brown. "Dia memberikan makna lebih besar pada pekerjaannya dan melakukannya dengan luar biasa."

Goleman percaya semakin tinggi kecerdasan emosional di masyarakat, dunia akan menjadi lebih baik. Orang tua akan lebih efektif mendidik anak, masyarakat akan lebih peduli lingkungan dan sesama manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....