Sayur Hidroponik, Solusi Pangan Sehat dan Ramah Lingkungan
- 29 Mei 2025 14:47 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, sayur hidroponik semakin diminati sebagai pilihan pangan yang lebih bersih, segar, dan bergizi. Metode bercocok tanam tanpa tanah ini kini menjadi tren di berbagai kota besar, termasuk Bandung, karena terbukti efisien dan ramah lingkungan.
Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan nutrisi mineral tanpa menggunakan media tanah. Dengan teknik ini, petani urban mampu menanam berbagai jenis sayuran seperti selada, kangkung, bayam, dan pakcoy bahkan di lahan sempit seperti atap rumah atau halaman belakang.
Canggih Wigati, pemilik usaha Atap Sayur Hidroponik di daerah Bukit Besar, Palembang, mengungkapkan, sayur hidroponik tidak hanya unggul dari segi kualitas, tetapi juga memberikan kepastian hasil panen yang lebih konsisten.
“Dengan sistem hidroponik, kita bisa mengendalikan asupan nutrisi tanaman secara tepat. Hasilnya, sayuran tumbuh lebih cepat, lebih renyah, dan bebas pestisida,” kata Canggih saat berbincang di acara Santai Siang di pro 2 RRI Palembang pada hari Senin (19/5/2025).
Canggih menambahkan, hidroponik sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan yang kekurangan lahan pertanian.
“Dulu kita pikir bertani hanya bisa dilakukan di desa, tapi sekarang justru di tengah kota pun bisa panen tiap minggu. Saya menyebutnya sebagai pertanian vertikal masa depan,” tambah Canggih antusias.
Keunggulan lain dari sayur hidroponik adalah efisiensi penggunaan air. Dalam sistem hidroponik tertutup, air bersirkulasi dan dapat digunakan berulang kali, sehingga jauh lebih hemat dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menyerap banyak air. Ini menjadi solusi cerdas di tengah isu krisis air global.
Selain itu, karena tidak menggunakan tanah, sayur hidroponik relatif bebas dari hama dan penyakit tanah. Hal ini mengurangi kebutuhan akan pestisida kimia dan membuat hasil panen lebih aman dikonsumsi, terutama oleh anak-anak dan lansia yang cenderung lebih sensitif terhadap residu bahan kimia.
Dari sisi lingkungan, pertanian hidroponik berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon karena memangkas rantai distribusi. Sayuran dapat dipanen langsung di lokasi perkotaan dan dikonsumsi dalam waktu singkat tanpa perlu dikirim dari daerah yang jauh.
Dengan segala kelebihannya, hidroponik tidak hanya menjawab kebutuhan pangan sehat, tetapi juga menjadi langkah kecil menuju pertanian berkelanjutan di era urbanisasi yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....