Perum BULOG Sumsel Awasi Panen Gabah di Sumsel

  • 12 Jan 2025 00:09 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Perum BULOG Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Babel) mulai aktif melakukan monitoring. Mereka mengunjungi sejumlah titik yang telah memasuki musim panen. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak terkait. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Korlap Dinas Pertanian setempat ikut berpartisipasi. Pada 7 Januari 2025, Perum BULOG bersama Dinas Pertanian melakukan kunjungan ke lokasi panen di Kecamatan Telang dan Kecamatan Air Saleh.

Ketua Gapoktan Muara Telang, Fahirin Setiawan, mengungkapkan bahwa beberapa petani melakukan panen lebih awal. Langkah ini diambil karena curah hujan tinggi yang mengkhawatirkan. Mereka takut padi terendam dan gagal panen. Akibatnya, hasil panen tersebut masih mengandung padi berbulir hijau. Petani menjualnya dengan harga Rp5.300,- per kilogram.

Saat ini, harga gabah di Provinsi Sumatera Selatan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 515 Tahun 2024 menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP). Kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Harga ditetapkan sebesar Rp6.000,- per kilogram.

“Langkah ini diambil karena curah hujan yang tinggi yang mengkhawatirkan dapat menyebabkan padi terendam dan gagal panen,” ujar Fahirin, Kamis (9/1/2025).

Namun, setelah pemeriksaan kualitas gabah di Kecamatan Muara Telang, ditemukan kualitas gabah di luar standar. Kadar air gabah mencapai 30,9% dan kadar hampa kotoran mencapai 21,09%. Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 04 Tahun 2024, gabah kualitas di luar standar (GLK-1) dihargai Rp5.250,- per kilogram.

Meskipun demikian, harga gabah yang diterima petani sebesar Rp5.300,- per kilogram. Ini berada di atas harga HPP yang ditetapkan. Perum BULOG memastikan harga gabah tetap sesuai ketentuan dan memberi keuntungan layak bagi petani.

Ke depannya, untuk menghindari penurunan harga gabah di wilayah Sumatera Selatan, Perum BULOG Kanwil Sumsel dan Babel akan berkoordinasi intens dengan Dinas Pertanian. Mereka juga akan mengerahkan satuan tugas pengadaan BULOG. Mitra pengadaan pangan BULOG akan memantau dan menyerap hasil panen dengan harga sesuai kualitas yang ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....