PLN dan BPBD Sumsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
- 09 Jan 2025 22:21 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Menyambut tahun 2025, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) mengawali langkahnya dengan kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan. Dalam kerja sama ini, keduanya menggelar pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana yang diikuti oleh Tim Taruna Reaksi Cepat (TRC). Pelatihan yang berlangsung dari 7 hingga 9 Januari 2025 di The Zuri Hotel Palembang ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan respons terhadap bencana yang berpotensi mengganggu pelayanan kelistrikan.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sumatera Selatan adalah daerah dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran. Pada tahun 2024, lebih dari 200 kejadian banjir tercatat, dengan potensi kerugian material yang sangat besar. Selain itu, ancaman gempa bumi juga muncul karena letak geografis Sumatera Selatan yang dekat dengan sesar aktif. Kerusakan lingkungan akibat deforestasi semakin meningkatkan risiko bencana alam di kawasan tersebut.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik, terutama saat bencana melanda. Ia juga menyatakan bahwa melalui pelatihan, tim TRC PLN dilatih untuk memiliki keterampilan dalam menangani kondisi darurat. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, menurutnya, sangat penting untuk memitigasi dampak bencana yang bisa mengganggu infrastruktur vital, termasuk pasokan listrik ke masyarakat.
"Melalui pelatihan ini, kami memastikan tim kami memiliki keterampilan dan kesiapan optimal dalam menghadapi kondisi darurat. Kolaborasi dengan pihak terkait juga menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana," ujarnya. Kamis (9/1/2025).
Plh. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, Aksoni menyampaikan bahwa pelatihan kesiapsiagaan bencana ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan sinergi antara berbagai pihak dalam menangani bencana. Dengan persiapan yang matang, Aksoni menegaskan, dampak bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur vital bisa diminimalkan. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menanggulangi bencana alam di wilayah Sumsel.
"Dengan kesiapan yang baik, kita dapat meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur vital, termasuk pasokan listrik," jelas Aksoni.
Pelatihan ini mencakup berbagai sesi teori dan praktik, termasuk teknik penyelamatan di area bencana, pertolongan pertama, manajemen krisis, dan simulasi respons cepat terhadap skenario bencana. Pelatihan tersebut diikuti oleh 64 peserta yang terdiri dari pegawai PLN, pengurus Yayasan Baitul Maal PLN UID S2JB, serta anak muda dari kelompok Generasi Cahaya Pintar. PLN UID S2JB berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tim TRC dalam merespons bencana demi kelancaran operasional kelistrikan yang vital bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....