Komitmen PLN Dukung Pertumbuhan Energi Ramah Lingkungan

  • 07 Okt 2024 20:57 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus berkomitmen mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilalayah kerjanya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mencapai target bauran energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025. Komitmen PLN UID S2JB ini ditunjukkan melalui pengelolaan pembangkit IPP (Independent Power Producer) yang menggunakan EBT untuk menghasilkan listrik di wilayah kerjanya. Senin (7/10/2024).

Saat ini, PLN UID S2JB telah mengelola 27 pembangkit IPP (Independent Power Producer), yang mana 18 diantaranya merupakan pembangkit EBT. Jenis pembangkit EBT yang dioperasikan cukup beragam, terdiri dari satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), delapan unit Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM), tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM), dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) dan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Data menunjukkan peningkatan dalam upaya penggunaan EBT di wilayah kerja PLN UID S2JB. Terhitung dari tahun 2023 hingga bulan September 2024, porsi penggunaan EBT meningkat dari 37,23% menjadi 39,1%. Hal ini artinya terjadi kenaikan sebesar 1,87% dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Kenaikan ini terutama di dorong oleh berkurangnya satu pembangkit non-EBT yang beroperasi, sehingga memberikan ruang lebih besar bagi pemanfaatan EBT.

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menegaskan bahwa ini merupakan sinyal positif dalam memperkuat penggunaan energi ramah lingkungan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Sebagai bentuk komitmen yang lebih kuat, PLN UID S2JB telah menetapkan target untuk terus meningkatkan penggunaan EBT pada tahun 2025. Rencananya, akan bertambah dua PLTM baru, yaitu PLTM Ketahun 3 dengan kapasitas 9,99 MW dan PLTM Kanzy 3 dengan kapasitas 5 MW. Kedua pembangkit ini akan mendukung pasokan listrik di Provisi Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....