BKKBN Sumsel Percepat Penurunan Angka Stunting
- 25 Sep 2024 20:26 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan langkah masif untuk mempercepat dan mengoptimalkan penurunan angka stunting. Salah satu upaya tersebut adalah menggelar rapat Telaah Tengah Tahun dengan mitra kerja lintas sektor di Sumsel, yang diadakan di The Sultan Convention Center, Bukti Lama Palembang, Rabu (25/9/2024).
Rapat ini bertujuan untuk menentukan strategi pencapaian target penurunan stunting tahun 2024 dan diharapkan dapat menjadi acuan menuju Indonesia Emas tahun 2045. Dengan tema “Akselerasi Program Bangsa Kencana dan Pencepatan Penurunan Stunting Melalui Pemanfaatan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas Tahun 2045", acara ini menjadi langkah konkret menuju perbaikan gizi.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Medi Heryanto, menyampaikan pencapaian penting yang telah dicapai oleh Provinsi Sumatera Selatan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021-2022, prevalensi stunting di Sumatera Selatan menurun sebesar 6,2%, dari 24,8% menjadi 18,6%. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan angka stunting di Sumatera Selatan sebesar 20,3%, lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 21,5%.
“Akselerasi program bangsa kencana dan pencepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan bonus demografi menuju Indonesia emas tahun 2045", kata Medi.
Acara tersebut juga menampilkan peluncuran inovasi terbaru dari BKKBN, yaitu Population Clock, yang dilakukan oleh Pembina Wilayah Sumatera Selatan, Eli Kusnaeli, didampingi oleh Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Selatan Medi Heryanto, Edward Chandra, Koordinator Program Manager Satgas Stunting BKKBN RI, Sudibyo Alimuso, serta Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan dan media.
Lebih lanjut, Medi menjelaskan bahwa intervensi serentak yang dilakukan pada bulan Juni 2024 menjangkau sasaran 736.204 balita. Dari jumlah tersebut, 593.837 balita diukur, dan terdapat 6.774 balita stunting, meningkat 1,1 persen.
Population Clock adalah alat yang digunakan untuk memantau data kependudukan secara real-time, termasuk jumlah penduduk, kelahiran, dan kematian, yang terus diperbarui setiap detiknya. Alat ini merupakan pengembangan dari Aplikasi Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (SIPERINDU) dan diharapkan dapat memberikan informasi terkini terkait kependudukan kepada masyarakat.
Rapat Telaah ini juga memberikan Piagam Penghargaan kepada lima daerah yang berhasil dalam percepatan penurunan angka stunting di Sumatera Selatan, yaitu Musi Banyuasin, PALI, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Lubuk Linggau. Penghargaan diserahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra.
Dengan upaya kolaboratif ini, BKKBN Sumsel optimis dapat menurunkan angka stunting dan berkontribusi pada perbaikan gizi masyarakat demi masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....