Pancasila Ditanamkan Melalui Kebiasaan Positif Anak dalam Kehidupan Sehari-hari
- 04 Okt 2026 23:38 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan sejak usia dini melalui kebiasaan nyata, bukan sekadar hafalan lima sila.
- Pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.
- Kebiasaan beribadah, menjaga kerukunan, menghargai sesama, mencegah perundungan, dan peduli lingkungan adalah bentuk nyata pengamalan Pancasila.
RRI.CO.ID, Palembang - Nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan sejak usia dini melalui kebiasaan nyata, agar anak tidak sekadar hafal lima sila. Pengamalan nilai tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah melalui sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SD Negeri 189 Palembang, Rita Purnama Sari, mengatakan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Menurutnya, kebiasaan beribadah, menjaga kerukunan, menghargai sesama, mencegah perundungan, serta peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila.
Menurut Rita, pengamalan sila pertama dapat dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti salat duha, tadarus Al-Qur'an, pembacaan Yasin, doa bersama, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Sementara itu, nilai kemanusiaan diterapkan melalui lingkungan sekolah yang ramah anak serta pencegahan perundungan dan kekerasan. Sekolah juga membentuk tim pencegahan kekerasan untuk memastikan peserta didik merasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan pendidikan.
“Penerapan nilai Pancasila juga terlihat dari kebiasaan menjaga kebersihan dan lingkungan sekolah,” ujarnya.
SD Negeri 189 Palembang sebelumnya meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kota dan terus berupaya meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. Menurutnya, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas, dan merawat lingkungan merupakan bentuk sederhana kecintaan terhadap kehidupan bersama.
Pengamalan Pancasila juga diterapkan melalui pembiasaan menyapa, memberi salam, serta membangun hubungan yang dekat antara guru dan peserta didik. “Guru perlu menjadi pelayan bagi siswa dalam proses pendidikan, sekaligus membantu mereka mengembangkan bakat dan potensi masing-masing,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai kemampuan dan karakter mereka. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua melalui keteladanan di lingkungan keluarga.
Rita mencontohkan pengalaman masa kecilnya ketika orang tua mengajarkan tanggung jawab melalui pembagian tugas rumah dan kebiasaan hidup sederhana. “Kebiasaan tersebut membentuk sikap disiplin, peduli, bertanggung jawab, sekaligus mengajarkan anak untuk hidup rukun bersama anggota keluarga,” jelasnya.
Ia berharap nilai-nilai Pancasila terus dikenalkan melalui tindakan nyata sehingga anak tidak sekadar mengetahui lima sila, tetapi mampu menerapkannya dalam keseharian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....