Panen Raya IP 100, Banyuasin Optimalkan Lahan Lebak
- 02 Okt 2026 22:26 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bupati Banyuasin Askolani menghadiri panen raya padi Indeks Pertanaman 100 di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan pada 1 Oktober 2026.
- Panen raya tersebut menunjukkan potensi lahan lebak sebagai sumber produksi pangan strategis di Kabupaten Banyuasin.
- Pemanfaatan lahan lebak dengan karakteristik khusus terus didorong untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produksi padi daerah.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Bupati Banyuasin Askolani menghadiri panen raya padi Indeks Pertanaman atau IP 100 di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan lebak sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Banyuasin.
Panen raya menunjukkan potensi lahan lebak sebagai salah satu sumber produksi pangan daerah. Pemanfaatan lahan dengan karakteristik khusus tersebut terus didorong untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produksi padi.
Askolani mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Pengembangannya dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, penyuluh, TNI, dan kelompok tani.
“Sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin,” kata Askolani. Ia menilai penguatan sektor pertanian penting untuk menjaga produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurut Askolani, Banyuasin memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Ketersediaan lahan dan sumber air menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil produksi padi.
Askolani juga mengingatkan petani agar tidak hanya mengandalkan tanaman padi dalam memenuhi kebutuhan pangan. Diversifikasi tanaman seperti cabai, terong, dan sayuran dinilai dapat mendukung ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Bukan hanya menanam padi saja, tetapi harus tanam juga cabai, terong, sayuran untuk konsumsi sehari-hari demi ketahanan pangan,” ujarnya. Menurutnya, diversifikasi pertanian juga dapat membuka peluang tambahan bagi petani.
Selain diversifikasi tanaman, Askolani berharap pengembangan varietas Black Madras terus dilakukan di Banyuasin. Varietas tersebut memiliki ciri daun berwarna gelap, sedangkan beras yang dihasilkan tetap berwarna putih dan disebut berasal dari India.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin Sarip mengatakan panen di Desa Sungai Dua mencakup beberapa varietas padi. Di antaranya Black Madras, Hibrida Luxury, Ciherang, dan Ngaos Mawar.
Lahan yang dipanen kali ini mencapai 67 hektare, terdiri atas 23 hektare optimalisasi lahan dan 44 hektare lahan reguler. Sementara luas olah lahan mencapai 27 hektare, terdiri atas 10 hektare optimalisasi lahan dan 17 hektare lahan reguler.
Sarip menambahkan pertanaman reguler di wilayah tersebut mencapai 733 hektare. Selain itu, terdapat cetak sawah rakyat seluas 48 hektare sehingga total luasnya mencapai 781 hektare.
Adapun optimalisasi lahan pada 2024 tercatat seluas 658 hektare. Hasil produksi berdasarkan pengukuran ubinan mencapai 9,1 ton.
Menurut Sarip, keberhasilan pengembangan sektor pertanian dapat berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani. Penerapan teknologi, inovasi adaptif, pengelolaan lahan, dan kolaborasi pemerintah bersama petani menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan lahan lebak.
Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan Raden Bambang Pramono dan Kepala BRNP Sumsel Nur Rofik Ahmadi. Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Ida Bahagia, unsur BPBD, TNI, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, tokoh masyarakat, serta kelompok tani.
Panen raya IP 100 di Desa Sungai Dua diharapkan memperkuat produksi pertanian Kabupaten Banyuasin. Optimalisasi lahan lebak dan peningkatan indeks pertanaman terus didorong untuk meningkatkan produktivitas pangan serta kesejahteraan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....