Bupati Banyuasin Optimistis PM-AAS Dongkrak Produksi Padi

  • 01 Okt 2026 12:11 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bupati Banyuasin Askolani optimistis bahwa Program PM-AAS dapat meningkatkan produksi padi dan memperkuat posisi Banyuasin sebagai sentra pangan nasional.
  • Gerakan Tanam PM-AAS Sumatera Selatan menargetkan pengembangan hingga 45.164 hektare lahan pertanian dengan teknologi pertanian modern.
  • Program ini diluncurkan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kecamatan Suak Tapeh, Banyuasin, pada 30 September 2026.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Bupati Banyuasin Askolani optimistis Gerakan Tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System atau PM-AAS mampu meningkatkan produksi padi. Program tersebut juga dinilai dapat memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu sentra pangan nasional.

Optimisme tersebut disampaikan Askolani saat menghadiri Gerakan Tanam PM-AAS Sumatera Selatan menuju 45.164 hektare bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Suak Tapeh, Banyuasin, Rabu, 30 September 2026.

Askolani mengatakan Banyuasin memiliki potensi pertanian besar karena didukung lahan luas, kondisi tanah yang subur, serta ketersediaan sumber air. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui pengelolaan pertanian modern dan dukungan pemerintah secara berkelanjutan.

“Kita optimistis Banyuasin akan menjadi nomor satu di Indonesia,” kata Askolani. Target tersebut didukung melalui penguatan produksi dan pengelolaan sektor pertanian yang lebih terintegrasi.

Menurut Askolani, peningkatan produksi padi tidak hanya bergantung pada luas lahan pertanian. Pengelolaan air yang baik menjadi salah satu faktor penting karena manajemen keluar masuk air di kawasan pertanian masih menghadapi kendala.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan sektor pertanian Banyuasin. Askolani berharap dukungan tersebut terus berlanjut, termasuk melalui penguatan peran penyuluh pertanian di lapangan.

“Saya berharap Kementan terus fokus dan serius membantu Kabupaten Banyuasin,” ujarnya. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

Askolani juga meminta camat dan kepala desa ikut menjaga lahan pertanian agar tidak mudah beralih fungsi. Ia mendorong pemanfaatan lahan, termasuk tanggul, untuk tanaman kelapa dan sayuran sesuai rekomendasi penyuluh pertanian.

Sementara itu, Penjabat Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Noor Roupik Ahmadi, mengatakan target nasional PM-AAS mencapai satu juta hektare. Untuk Sumatera Selatan, target program tersebut mencapai 45.614 hektare dengan Banyuasin menjadi salah satu wilayah utama.

Penjabat Swasembada Pangan Kabupaten Banyuasin Suharyanto menyebut Banyuasin menargetkan sekitar 34.000 hektare melalui program PM-AAS. Benih untuk sekitar 4.300 hektare telah didistribusikan, sedangkan lahan lainnya mendapat dukungan sarana dan alat mesin pertanian.

Gerakan tanam tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog antara Bupati Banyuasin, Kementerian Pertanian, petani, dan penyuluh pertanian. Dialog membahas berbagai kendala peningkatan produksi padi serta langkah bersama untuk mendukung keberhasilan PM-AAS di Banyuasin.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian Banyuasin terus meningkat. Penguatan teknologi, pengelolaan air, dukungan sarana produksi, dan perlindungan lahan menjadi bagian penting dalam menjaga Banyuasin sebagai daerah sentra pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....