Pemkab Banyuasin Ubah 496 Hektare Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif
- 11 Sep 2026 14:14 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengaktifkan lahan tidur seluas 496 hektare untuk meningkatkan produksi pangan daerah dengan penaburan benih padi perdana di Desa Lubuk Karet pada 10 September 2026.
- Program pemanfaatan lahan merupakan strategi pemerintah daerah untuk memperluas areal pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
- Pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan petani dan penyuluh pertanian sebagai pelaku utama kegiatan.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai mengaktifkan lahan tidur seluas 496 hektare untuk mendukung peningkatan produksi pangan daerah. Langkah tersebut ditandai dengan penaburan benih padi perdana di lahan seluas enam hektare Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kamis, 10 September 2026.
Program pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah memperluas areal pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan akan dikembangkan secara bertahap menjadi kawasan produktif dengan melibatkan petani dan penyuluh pertanian.
Bupati Banyuasin Askolani mengatakan pengaktifan lahan tidur menjadi salah satu upaya meningkatkan produksi padi daerah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi lahan yang selama ini belum memberikan manfaat maksimal.
“Hari ini kita mulai dari enam hektare,” ujar Askolani.
Askolani menyebut Banyuasin mencatat produksi 1.176.108 ton gabah kering giling pada 2025. Dengan penambahan areal tanam baru, pemerintah daerah optimistis produksi pangan dapat terus meningkat dan memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu sentra beras nasional.
Ia menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah, petani, penyuluh, dan berbagai pihak terkait. Selain meningkatkan produksi, pemanfaatan lahan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kita ingin lahan yang selama ini tidur kembali produktif,” kata Askolani.
Pj Swasembada Pangan Sumatera Selatan Suharyanto mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mengoptimalkan lahan tidak produktif. Menurutnya, pemanfaatan 496 hektare lahan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Suharyanto menilai Banyuasin memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi beras karena didukung luas lahan pertanian dan capaian produksi yang terus berkembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan siap mendukung program penguatan sektor pertanian tersebut.
Penaburan benih padi perdana juga dilanjutkan dengan dialog antara Bupati Banyuasin dan penyuluh pertanian. Pertemuan tersebut membahas kondisi lapangan, kebutuhan petani, serta dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas.
Melalui dialog tersebut, pemerintah daerah memperoleh masukan langsung dari tenaga pendamping pertanian. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program pengaktifan lahan tidur di berbagai wilayah Banyuasin.
Pemkab Banyuasin menargetkan pemanfaatan lahan secara optimal dapat meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Banyuasin sebagai daerah lumbung pangan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....